JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman meski dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ancaman El Nino.
Amran beralasan, stok pangan nasional mencapai 28 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 2,6 juta ton per bulan, sehingga stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10–11 bulan ke depan.
“Kalau terjadi El Nino, produksi kita masih ada sekitar 2 juta ton per bulan. El Nino diperkirakan enam bulan, sementara persiapan kita mencapai 10–11 bulan. Artinya aman,” kata Amran dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Hadapi Ancaman Godzila El Nino, Anggota DPR Minta Pompanisasi Berbasis Tenaga Surya
Amran menjelaskan, stok pangan 28 juta ton itu terdiri dari stok beras pemerintah, cadangan di rumah tangga, hotel dan restoran sebesar 12,5 juta ton, serta standing crop atau tanaman yang belum dipanen setara 11 juta ton.
Ia menambahkan panen puncak diperkirakan mulai Februari tahun depan, sehingga pasokan beras tetap terjaga hingga Mei.
“Insya Allah pangan aman,” kata Amran.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan minyak sawit mentah (CPO) untuk energi melalui program biofuel B50 agar Indonesia tidak perlu mengimpor solar sebanyak 5,3 juta ton pada tahun ini.
Baca juga: El Nino Godzilla 2026 Mengancam, Puan: Dampaknya Bisa Hantam Dapur Rakyat
Menurut Amran, pengalihan CPO untuk kebutuhan energi dalam negeri justru memberikan dampak positif terhadap ekspor komoditas perkebunan.
Awalnya, ekspor CPO direncanakan turun dari 26 juta ton menjadi 21 juta ton.
Namun, kondisi geopolitik global yang memicu kenaikan harga komoditas membuat ekspor justru meningkat hingga 32 juta ton.
“Petani kita memanfaatkan kondisi geopolitik yang memanas karena harga komoditas perkebunan naik cukup tinggi,” ujar dia.
Baca juga: Amran Sebut Pemerintah Siap Hadapi El Nino, Stok Pangan Banyak
Amran juga menyebutkan, nilai ekspor sektor pertanian meningkat sekitar Rp160 triliun, sedangkanimpor turun sekitar Rp 41 triliun.
Kondisi ini dinilai menjadi berkah bagi sektor pertanian nasional.
Amran menambahkan, dalam menghadapi potensi El Nino, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi, penyebaran sekitar 80.000 unit pompa air di seluruh Indonesia, serta optimalisasi lahan rawa (opla) seluas 800.000 hektare.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




