Mentan Jamin Stok Pangan Aman di Tengah Ancaman El Nino

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman meski dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ancaman El Nino.

Amran beralasan, stok pangan nasional mencapai 28 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 2,6 juta ton per bulan, sehingga stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10–11 bulan ke depan.

“Kalau terjadi El Nino, produksi kita masih ada sekitar 2 juta ton per bulan. El Nino diperkirakan enam bulan, sementara persiapan kita mencapai 10–11 bulan. Artinya aman,” kata Amran dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Hadapi Ancaman Godzila El Nino, Anggota DPR Minta Pompanisasi Berbasis Tenaga Surya

Amran menjelaskan, stok pangan 28 juta ton itu terdiri dari stok beras pemerintah, cadangan di rumah tangga, hotel dan restoran sebesar 12,5 juta ton, serta standing crop atau tanaman yang belum dipanen setara 11 juta ton.

Ia menambahkan panen puncak diperkirakan mulai Februari tahun depan, sehingga pasokan beras tetap terjaga hingga Mei.

“Insya Allah pangan aman,” kata Amran.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan minyak sawit mentah (CPO) untuk energi melalui program biofuel B50 agar Indonesia tidak perlu mengimpor solar sebanyak 5,3 juta ton pada tahun ini.

Baca juga: El Nino Godzilla 2026 Mengancam, Puan: Dampaknya Bisa Hantam Dapur Rakyat

Menurut Amran, pengalihan CPO untuk kebutuhan energi dalam negeri justru memberikan dampak positif terhadap ekspor komoditas perkebunan.

Awalnya, ekspor CPO direncanakan turun dari 26 juta ton menjadi 21 juta ton.

Namun, kondisi geopolitik global yang memicu kenaikan harga komoditas membuat ekspor justru meningkat hingga 32 juta ton.

“Petani kita memanfaatkan kondisi geopolitik yang memanas karena harga komoditas perkebunan naik cukup tinggi,” ujar dia.

Baca juga: Amran Sebut Pemerintah Siap Hadapi El Nino, Stok Pangan Banyak

Amran juga menyebutkan, nilai ekspor sektor pertanian meningkat sekitar Rp160 triliun, sedangkanimpor turun sekitar Rp 41 triliun.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kondisi ini dinilai menjadi berkah bagi sektor pertanian nasional.

Amran menambahkan, dalam menghadapi potensi El Nino, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi, penyebaran sekitar 80.000 unit pompa air di seluruh Indonesia, serta optimalisasi lahan rawa (opla) seluas 800.000 hektare.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas PKH Tindak Tegas Tambang Ilegal PT AKT di Kalteng
• 52 menit lalutvrinews.com
thumb
Titiek Soeharto Tekankan Pentingnya Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Kurikulum Krisis Ala Pendidikan Luar Sekolah
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Siapkan Perpres Peta Jalan dan Etika AI
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
12 Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan Ini Rawan Karhutla
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.