Arah Ekonomi Indonesia Ditentukan Keputusan Amerika Serikat, Waspada Harga Minyak Tembus US$150!

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar keuangan global menghadapi salah satu momen paling krusial dalam beberapa dekade terakhir menyusul perang dari Amerika Serikat dan Iran. Tidak ada tanda-tanda perdamaian dari kedua belah pihak berpotensi semakin mengguncang perekonomian dari Indonesia.

Analis Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan bahwa dampak konflik kedua negara sudah terasa signifikan dalam perekonomian global, termasuk di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh gangguan jalur pelayaran tanker minyak di Selat Hormuz. 

Baca Juga: IMF: Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat Akan Panjang

Sembilan puluh persen lalu lintas kapal tanker dari jalur tersebut sudah tidak terlihat sejak konflik pecah pada 28 Februari. International Energy Agency (IEA) merespons hal tersebut dengan melepas 400 juta barel cadangan minyak darurat di 11 Maret. Namun, banyak analis memperkirakan cadangan tersebut hanya mampu bertahan hingga sekitar 19 April.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan fenomena “oil cliff”, yakni kondisi ketika pasokan cadangan tiba-tiba habis di tengah gangguan distribusi yang belum terselesaikan. Harga Brent saat ini telah bertahan di atas US$100. Angka tersebut jauh melampaui asumsi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia di US$70.

Tekanan dari lonjakan harga energi mulai merembet ke sektor riil lokal. Sejumlah industri seperti otomotif, tekstil, farmasi, elektronik, hingga makanan dan minuman dilaporkan mengalami kenaikan harga bahan baku akibat terganggunya rantai pasok global.

“Presiden Prabowo memilih menyerap selisih harga melalui anggaran subsidi untuk saat ini. Namun tekanan ini akan sulit ditahan jika eskalasi terus berlanjut,” ujar Fahmi.

Indonesia menurutnya mesti mewaspadai keputusan yang akan diambil oleh Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini memberika ultimatum ke Iran. Teheran dituntut untuk mencapai kesepakatan damai dan pembukaan jalur pelayaran tanker hingga di Selasa 20.00

Menurut Fahmi, Trump melalui keputusannya nanti berpotensi menghasilkan dua skenario besar bagi pasar global. Dua skenario ini mesti diperhatikan pemerintah maupun investor karena dapat menjadi penentu arah perekonomian global, termasuk di Indonesia.

Jika eskalasi konflik terjadi, harga minyak berpotensi melonjak ke kisaran US$120 - US$150. Ia akan disertai tekanan luas pada pasar saham, mata uang dan aset berisiko. Sementara jika terjadi de-eskalasi, pasar berpeluang mengalami relief rally, dengan penguatan tajam dalam saham global, kripto, serta koreksi harga minyak.

Fahmi menilai situasi ini sebagai disrupsi energi terbesar sejak krisis minyak 1973. Menurutnya, terdapat implikasi serius terhadap stabilitas ekonomi domestik dari Indonesia.

“Rupiah tertekan, inflasi meningkat, dan anggaran negara menghadapi tekanan fiskal besar. Dalam situasi seperti ini, menyimpan seluruh aset dalam rupiah adalah risiko tersembunyi yang cukup signifikan. Diversifikasi aset menjadi langkah rasional,” tegasnya.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke Iran untuk mencapai kesepakatan damai dan pembukaan jalur pelayaran tanker hingga di Selasa 20.00. Jika Teheran tidak membuka kembali jalur vital tersebut, ia mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil strategis, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

Namun Iran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat. Teheran justru mengajukan tuntutan balik berupa pencabutan sanksi serta penghentian seluruh operasi militer di Timur Tengah.

Baca Juga: Ekonomi Global Terancam, Jamie Dimon Peringatkan Dampak Konflik Panjang Iran-Amerika Serikat

Upaya diplomatik terakhir kini mengerucut pada proposal gencatan senjata empat puluh lima hari yang dimediasi Pakistan, Mesir, dan Turki. Namun, peluang keberhasilannya dinilai semakin menipis seiring meningkatnya eskalasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri LH Ancam Bekukan Izin 1.358 Perusahaan Tambang Nakal
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
 Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Eskalasi Geopolitik
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Hadapi Krisis Iklim dan Gejolak Dunia, Kementan dan Komisi IV Perkuat Ketahanan Pangan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi I Minta RI Dorong PBB Desak Israel Tanggung Jawab Usai 3 TNI Gugur
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Kaltim Gagalkan Penyelundupan Sabu 11 Kg di Kutai Timur, 2 Tersangka Ditangkap
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.