Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Menguat, Jawaban Istana Penuh Teka-teki

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Aroma perombakan kursi menteri di Kabinet Merah Putih kian menyengat di lingkungan Istana Kepresidenan. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah menimbang langkah besar untuk melakukan reshuffle guna memperkuat kinerja pemerintahan. Menanggapi isu yang kian liar tersebut, pihak Istana buka suara, namun memicu teka-teki.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan respons yang mengejutkan saat dikonfirmasi mengenai kepastian perombakan kabinet tersebut. Alih-alih membantah, pria yang akrab disapa Mayor Teddy ini justru meminta publik untuk bersabar memantau perkembangan situasi.

“Tunggu saja,” cetus Seskab Teddy Indra Wijaya singkat saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ketika didesak lebih jauh mengenai apakah eksekusi reshuffle akan dilakukan pada bulan April ini, Teddy tetap memilih untuk menutup rapat keran informasi. Ia mengisyaratkan bahwa pengumuman strategis tersebut akan disampaikan langsung oleh sang panglima tertinggi.

“Nanti Bapak Presiden akan menceritakan,” tambahnya lugas, seolah memberi sinyal bahwa keputusan krusial tersebut sudah berada di meja kerja Presiden.

Sikap Partai Golkar

Isu reshuffle ini mencuat setelah sejumlah pakar menilai perlunya penyegaran di jajaran menteri Kabinet Merah Putih, menyusul kondisi geopolitik global yang kian fluktuatif. Menanggapi tekanan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa bola panas sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Doli, hanya Presiden yang memiliki penilaian objektif terhadap performa para pembantunya di kabinet.

“Pertama, saya sih kalau kembali ya pasti jawabannya standar. Kalau namanya reshuffle kabinet, itu kan kewenangan mutlak atau apa namanya, hak prerogatif privilesenya Pak Presiden, Pak Prabowo, gitu loh. Nah, tentu beliau yang paling bisa menilai ya,” ujar Doli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4).

Doli menambahkan bahwa Presiden Prabowo tentu sangat memahami langkah terbaik yang harus diambil, termasuk apakah situasi geopolitik internasional saat ini mengharuskan Indonesia melakukan perombakan struktur pemerintahan agar tetap tangguh.

“Apakah situasi apa pun yang dihadapi termasuk situasi geopolitik internasional sekarang ini apakah punya dampak terhadap Indonesia sehingga memang harus kemudian diambil langkah-langkah, termasuk soal reshuffle. Itu yang paling tahu Pak Prabowo-lah,” tegas Ketua Komisi II DPR RI tersebut.

Kendati demikian, dari kacamata politik partai berlogo pohon beringin tersebut, situasi internal kabinet saat ini dinilai masih dalam koridor yang terkendali. Doli menganggap kebijakan yang diambil pemerintah sejauh ini masih mampu menjaga stabilitas nasional.

“Tapi kan sejauh ini saya kira, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia, ya, ini kan sampai sejauh ini masih terlihat aman, ya,” pungkasnya.

Kini, publik tinggal menunggu momentum “cerita” yang dijanjikan Istana. Apakah reshuffle benar-benar akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat, atau sekadar strategi penguatan barisan di tengah dinamika global? (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tokocrypto Dorong Penerimaan Pajak Kripto Nasional hingga Rp1,96 Triliun
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kepala BNN Bicara Overkapasitas Lapas: 278.376 Penghuni, 54% Terkait Narkotika
• 8 jam laludetik.com
thumb
Trump Ultimatum Bisa Hancurkan Iran dalam Semalam
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Masih Fluktuatif Usai Lebaran
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Periksa Kajari Karo soal Dugaan Intimidasi Videografer Amsal Sitepu | SAPA PAGI
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.