JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan persoalan serius yang menyangkut demokrasi dan hak asasi manusia.
Menurut Yusril, serangan terhadap aktivis tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa, sistematik, dan terencana. Ia menilai, tindakan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap nilai demokrasi.
Yusril juga menekankan pentingnya peran negara dalam melindungi para aktivis yang selama ini menjadi mitra dalam penegakan hukum dan HAM.
Berdasarkan temuan yang ada, termasuk dari rekaman CCTV, ia menilai peristiwa ini bukan tindakan spontan. Namun demikian, terkait siapa aktor di balik peristiwa ini, Yusril menyebut masih diperlukan pendalaman lebih lanjut.
“Apakah memang ini adalah satu operasi intelijen? Atau ini ada perintah untuk melaksanakannya? Atau tidak?”
Ia juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak di luar institusi tertentu.
Terkait temuan lokasi yang diduga menjadi titik perencanaan di kawasan Panglima Polim, Yusril menyebut hal tersebut perlu dikaji lebih dalam.
Meski demikian, ia menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
Bagaimana menurut Anda?
#andrieyunus #aktivis #tni
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- yusril ihza mahendra
- andrie yunus
- aktivis
- kontras
- korban
- penyiraman air keras





