Pria Berjaket "Polisi" di Tangsel Bantah Debt Collector, Akui Warga Biasa

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pria berjaket bertuliskan "Polisi" yang ramai di media sosial setelah terlibat cekcok dengan pengendara di Pondok Aren, Tangerang Selatan, membantah dia merupakan anggota Polri maupun debt collector.

Pria bernama Andriano Michael itu menyebut dia hanya warga biasa yang menegur pengendara motor.

Baca juga: Cek Pengamanan Mudik di Bandara Soetta, Wakapolda Metro Temukan Aksi Debt Collector Liar

"Saya tegaskan saya bukan mata elang atau debt collector dan juga bukan anggota Polri," ujar Andriano Michael dalam video yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Adapun kejadian bermula saat dia berada di sebuah minimarket dan melihat sejumlah pengendara motor tanpa pelat nomor serta menggunakan knalpot bising.

Melihat hal itu, ia kemudian menegur para pemotor tersebut.

Baca juga: Perusak dan Penganiaya Sopir Mobil di Kuta Bali Diduga Debt Collector dan Positif Narkoba

Namun, teguran itu justru memicu perdebatan yang melibatkan pengemudi ojek online (ojol) hingga akhirnya direkam dan viral di media sosial.

"Saya tidak menyadari saya direkam oleh mereka," kata dia.

Adapun jaket bertuliskan"polisi" yang digunakan oleh Andriano juga diakui diperoleh usai membeli secara daring.

"Jaket itu saya beli secara online karena kecintaan saya kepada Polri," ucap dia.

Baca juga: Debt Collector Bawa Sajam Punya Niat Lukai Advokat di Tangerang

Dengan adanya video tersebut, ia mengaku telah mendatangi Polsek Pondok Aren untuk memberikan klarifikasi serta menyampaikan permintaan maaf.

"Saya minta maaf ke institusi Polri dan semua pihak yang dirugikan. Saya berjanji tidak akan mengulangi," kata dia.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren AKP Junaedi Solat mengatakan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap pria berjaket "polisi" itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

la juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan atribut kepolisian tanpa kewenangan.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan atribut kalau memang mereka bukan anggota Polri," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Pengawasan Aduan JAKI, Pemprov DKI Jakarta Apresiasi Peran Warga
• 8 jam laludisway.id
thumb
Libur Panjang, 270 Ribu Warga Gunakan LRT Jabodebek untuk Wisata
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Atasi Bottleneck, Purbaya Minta Pengusaha Adukan Kementerian Penghambat Bisnis
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hal-hal yang Dikhawatirkan Anggota DPR dari RUU Perampasan Aset: Celah "Abuse of Power" dan Pemerasan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Eksklusif! Cerita Yohanes Kandaimu saat Menerima Tawaran dari Klub Malaysia Kelantan The Real Warriors: Saya Langsung Ambil!
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.