LIMES Renewable Energy menyiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai penjajakan investasi energi terbarukan di wilayah tersebut. Penjajakan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara perwakilan Limes Renewable Energy Giovanni Cavallo yang menjabat Southeast Asia Business Development Manager, dan William Runturambi selaku Business Development Director Indonesia.
Adapun William yang juga menjabat Direktur dari PT Energi Hijau NTT, berperan sebagai entitas perwakilan resmi Limes Renewable Energy di wilayah NTT. Menurut William, PT Energi Hijau NTT dibentuk untuk memperkuat koordinasi lokal sekaligus mendukung pengembangan proyek agar berjalan sesuai dengan regulasi dan kebutuhan daerah.
“NTT memiliki potensi energi surya yang besar dan strategis. Kami berkomitmen untuk berinvestasi dan mendorong pengembangan energi bersih secara berkelanjutan,” kata William Runturambi di Kupang, Selasa (7/4).
Baca juga : Instalasi Panel Surya Jadi Strategi Perkuat Dekarbonisasi Industri Baja
Kerena itu, pertemuan ini membahas tentang peluang investasi serta perkembangan awal proyek energi bersih yang sedang dijajaki di NTT. Menurut William, PT Energi Hijau NTT dibentuk untuk memperkuat koordinasi lokal sekaligus mendukung pengembangan proyek agar berjalan sesuai dengan regulasi dan kebutuhan daerah.
“NTT memiliki potensi energi surya yang besar dan strategis. Kami berkomitmen untuk berinvestasi dan mendorong pengembangan energi bersih secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, lanjutnya, Limes telah melakukan survei di empat wilayah, yakni Kabupaten Kupang, Belu, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya. Survei dilakukan guna menilai kesiapan teknis, kondisi lokasi, serta potensi pengembangan PLTS skala utilitas.
Baca juga : Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi, Fokus PLTS hingga Konversi Motor Listrik
Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek menyambut positif rencana tersebut dan mendorong perluasan cakupan survei ke wilayah lain, termasuk Kabupaten Rote Ndao yang dinilai memiliki potensi pengembangan energi terbarukan.
Ia menilai percepatan survei awal penting untuk mengidentifikasi peluang investasi sekaligus memastikan kesiapan daerah dalam mendukung implementasi proyek. Ke depan, kerja sama ini diharapkan berlanjut pada penyusunan studi kelayakan hingga tahap implementasi.
Pengembangan PLTS dinilai dapat memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan potensi energi surya yang melimpah dan dukungan pemangku kepentingan, NTT diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. (PO/E-4)





