Langkah tersebut dituangkan dalam dokumen yang dirilis pada 3 April, yang disusun bersama All-China Federation of Supply and Marketing Cooperatives. Kedua lembaga tersebut menerbitkan dokumen bertajuk 'Notice on Further Strengthening the Construction of the Recycling System for Lithium-ion Batteries for Electric Bicycles'.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan kebijakan ini ditujukan untuk memperbaiki sistem pengumpulan dan pengolahan baterai lithium sepeda listrik, sekaligus memanfaatkan jaringan daur ulang yang dimiliki koperasi pasokan dan pemasaran di seluruh negeri.
Pemerintah menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pengumpulan baterai hingga tingkat akar rumput serta mendorong pengelolaan yang lebih terstandarisasi. Baca Juga:
Ternyata Ada, Mobil Listrik Paling Murah 2026 Mulai Rp60 Jutaan
“Kebijakan ini bertujuan untuk semakin meningkatkan sistem daur ulang baterai lithium untuk sepeda listrik, memanfaatkan peran koperasi pasokan dan pemasaran dalam jaringan daur ulang sumber daya terbarukan, memperluas jangkauan pengumpulan di tingkat masyarakat, serta mendorong daur ulang yang terstandarisasi dan pemanfaatan baterai secara ilmiah,” demikian isi dokumen tersebut. Bagian dari Program Keselamatan Sepeda Listrik Kebijakan ini juga menjadi bagian dari implementasi “Action Plan for the Rectification of Safety Hazards in Electric Bicycles” yang diterbitkan oleh State Council of the People's Republic of China pada April 2024. Program tersebut menekankan pentingnya memperbaiki sistem pengelolaan baterai bekas, termasuk membangun mekanisme penghapusan dan penggantian baterai yang sudah tidak layak pakai.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa sistem pengelolaan limbah baterai perlu diperkuat agar proses daur ulang dan pemanfaatannya dapat dilakukan secara aman dan efisien. Empat Fokus Utama Penguatan Sistem Daur Ulang Melalui pemberitahuan terbaru ini, pemerintah China menetapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan sistem daur ulang baterai lithium sepeda listrik.
Pertama, pemerintah akan mendorong produsen sepeda listrik dan produsen baterai lithium untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam membangun jaringan titik pengumpulan baterai bekas. Upaya ini bertujuan meningkatkan proses pengumpulan, penyimpanan, dan pemanfaatan kembali baterai secara menyeluruh. Baca Juga:
Toyota Land Cruiser 250 Terbaru Ada Fitur Anti Maling
Kedua, pemerintah akan memperkuat peran perusahaan besar di sektor daur ulang sumber daya terbarukan. Salah satu perusahaan yang didorong untuk berperan aktif adalah China National Resources Recycling Corporation. Perusahaan-perusahaan ini diharapkan menyusun strategi pengembangan daur ulang baterai lithium sekaligus mengembangkan model pengumpulan yang lebih fleksibel.
Ketiga, pemerintah akan mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk memantau pergerakan baterai lithium. Sistem ini memungkinkan seluruh pihak terkait mengunggah informasi proses daur ulang melalui platform digital sehingga alur pengelolaan baterai dapat dipantau secara lebih transparan.
Keempat, pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi. Langkah ini mencakup pembentukan mekanisme koordinasi, penguatan pengawasan implementasi kebijakan, serta peningkatan edukasi publik terkait pengelolaan baterai bekas. Pemerintah Dorong Implementasi di Daerah Ke depan, MIIT bersama federasi koperasi pasokan dan pemasaran akan mendorong implementasi kebijakan tersebut di berbagai wilayah di China. Pemerintah juga akan mengarahkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan sistem daur ulang baterai lithium sepeda listrik agar lebih terstruktur dan terstandarisasi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan limbah baterai sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





