Niat Menolong Berujung Maut, 4 Pekerja Tewas di Penampungan Air Jagakarsa

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat pekerja bangunan tewas di Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah mengalami sesak napas di dalam penampungan air pada proyek di Jalan TB Simatupang, Jumat (3/4/2026).

Polisi memastikan, kematian para korban bukan akibat luka fisik, melainkan karena kekurangan oksigen saat berada di dalam ruang tertutup tersebut.

“(Penyebab tewasnya) karena sesak napas,” ujar Kapolsek Jagakarsa AKP Nurma Dewi, Senin (6/4/2026).

Keempat korban masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19). Mereka diketahui berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat.

Baca juga: Saat Baliho “Aku Harus Mati” Dinilai Ganggu Psikis hingga Dicopot di Jakarta

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat salah satu pekerja terjatuh ke dalam penampungan air sedalam sekitar tiga meter ketika membongkar penutupnya di area basement.

Atas instruksi mandor, pekerja lain berusaha memberikan pertolongan. Namun, tanpa perlengkapan keselamatan, satu per satu pekerja yang mencoba menolong justru ikut terjatuh dan terjebak di dalam.

“Mereka nolongin yang lain, tapi (jatuh). Enggak ada luka,” kata Nurma.

Situasi berubah menjadi fatal ketika ruang penampungan diduga telah dipenuhi gas berbahaya. Para korban kehilangan kesadaran di dalam ruang sempit tersebut.

Salah satu saksi berinisial DPA mengungkapkan, kondisi di sekitar lokasi terasa tidak normal saat proses evakuasi.

“Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan panas dan pengap di sekitar gelonteng,” ujar Nurma mengutip keterangan saksi.

Baca juga: Saat Laporan Warga DKI Malah Dibalas Foto AI: “Jangan Asal Bapak Senang”

Diduga Terpapar Gas Berbahaya

Polisi menduga adanya gas beracun yang terakumulasi di dalam penampungan air menjadi penyebab utama para korban mengalami sesak napas hingga meninggal dunia.

Namun hingga kini, jenis gas yang dihirup masih dalam proses penyelidikan.

“Jenis zat masih diselidiki,” ujar Nurma.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan para korban sempat terjatuh, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka fisik yang menyebabkan kematian.

Baca juga: Salip Bangkok dan Kuala Lumpur, Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua ASEAN 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Tiga Pekerja Selamat, Sempat Dirawat

Selain empat korban meninggal, tiga pekerja lain juga mengalami sesak napas setelah terpapar udara di dalam penampungan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polling kumparan: Publik Dukung Penuh Implementasi PP TUNAS
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Preview Real Madrid vs Bayern Munchen: Sejarah Milik Tuan Rumah, Tamu Tunjukkan Respek
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Momen Sheila Dara Trekking Bareng keluarga Dion Wiyoko
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Grup WIKA Pacu Bisnis Air, Akses Pendanaan Hijau
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Soal Pengadaan Sepeda Motor Operasional MBG, Purbaya: Tahun Lalu Sempat Kita Tolak
• 58 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.