Soal Video Saiful Mujani, Seskab: Presiden Lagi Fokus Urus Hal Besar

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sekretaris Kabinet (Setkab), Teddy Indra Wijaya merespon pernyataan pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang mengajak masyarakat untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku belum mengetahui soal pernyataan tersebut.

BACA JUGA:Sekda Uus Sebut Pegawai DKI yang Pakai Mobil Dinas ke Puncak untuk Konten Promosi

"Wah, saya masih banyak sekali pekerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Gitu kira-kira," kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto masih memikirkan hal-hal yang strategis.

"Apalagi Bapak Presiden, ngurusin hal besar. Lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis dan ya gitu," imbuhnya.

Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga penelitian, konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengajak menjatuhkan pemerintah ramai di media sosial. Video itupun ramai di media sosial.

BACA JUGA:NCT JNJM Siap Gelar Fanmeeting Perdana di Jakarta 7 Juli 2026, Yuk Siapin Tabungan!

"Ya hanya kita yang bisa, rakyat, '98 juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman enggak turun, enggak akan itu MPR akan menurunkan Suharto, enggak akan," kata Mujani dalam potongan video yang beredar.

Pernyataan ini mendapatkan banyak komentar, salah satunya dari Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespon pernyataan pengamat politik senior Saiful Mujani yang menyerukan untuk mengulingkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyarankan publik untuk berbicara sesuai konsep demokrasi konstitusional. Terlebih, kata dia, saat ini dunia tengah kacau.

Sehingga, menurutnya, saat ini membutuhkan kekompakan untuk menjaga konstitusional.

BACA JUGA:Peran Penting 'The Doctor' Terkuak, Pemasok Dua Jaringan Besar Narkoba di Indonesia

"Negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional,” kata Fahri Hamzah, Selasa, 7 April 2026.

Dalam sistem konstitusi, kata Fahri, Presiden bukan satu-satunya pemegang kekuasan. Menurut Fahri, ada cabang kekuasaan lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Tempat Ibadah Jadi Rest Area, Layanan Masjid Ramah Pemudik Catat Rekor Pengunjung
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Mauricio Souza Belum Menyerah Buru Gelar Juara, Persebaya Surabaya Dijadikan Pelampiasan Persija Jakarta
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Libur Panjang, 270 Ribu Warga Gunakan LRT Jabodebek untuk Wisata
• 4 jam laluokezone.com
thumb
DJP rilis Coretax Mobile, lapor pajak bisa lewat HP
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Tim speed sesuaikan latihan jelang Kualifikasi Asian Games 2026
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.