FAJAR, JAKARTA – Persija Jakarta belum menyerah berburu juara Super League 2025/2026 meski langkah mereka baru saja tersandung. Pelatih Mauricio Souza menegaskan bahwa Macan Kemayoran akan menjadikan laga kontra Persebaya Surabaya sebagai momentum pelampiasan. Sekaligus pembuktian bahwa mereka masih menjadi penantang gelar yang serius.
Kekalahan menyakitkan 1-3 dari Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4) lalu, memang menjadi pukulan telak. Hasil minor tersebut membuat jarak poin Persija kian melebar; mereka kini tertinggal lima angka dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua, dan terpaut sembilan poin dari Persib Bandung yang masih kokoh di puncak klasemen.
Situasi ini menjadi alarm bahaya bagi tim ibu kota yang sejak awal musim mematok target juara. Di tengah persaingan ketat papan atas, setiap poin yang hilang kini terasa sangat mahal dan bisa menjadi penentu nasib mereka di akhir musim.
Evaluasi Keras Mauricio Souza
Pelatih Mauricio Souza tidak menutupi kekecewaannya atas inkonsistensi anak asuhnya. Ia menilai Persija kerap melakukan kesalahan fatal yang tidak seharusnya terjadi bagi tim dengan profil pemburu gelar.
”Tim yang ingin menjadi juara tidak boleh membiarkan poin terbuang begitu saja, seperti yang kami alami dalam beberapa pertandingan terakhir. Kami kebobolan pada menit ke-49 saat menghadapi Borneo FC, yang merupakan salah satu pesaing terdekat. Kami juga kehilangan poin saat melawan Dewa United,” ujar Mauricio dengan nada tegas.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut menyayangkan kegagalan skuadnya dalam menjaga momentum, terutama ketika pertandingan sebenarnya sudah berada dalam kendali mereka.
”Dalam pandangan saya, pertandingan hari ini sebenarnya sudah berada dalam kendali kami, tetapi kami melepaskannya. Kami tidak mampu menjaga performa maksimal hingga akhir laga,” lanjutnya.
Pantang Menyerah
Meski berada dalam tekanan hebat, Mauricio Souza menolak untuk mengibarkan bendera putih. Baginya, menyerah bukan pilihan selama peluang juara secara hitung-hitungan matematis masih terbuka lebar.
Optimisme ini didasari oleh sisa pertandingan musim ini yang masih cukup banyak untuk dimaksimalkan guna mengejar ketertinggalan poin dari para rival.
”Kami akan terus bekerja keras dan berjuang sekuat tenaga demi menghormati Persija. Klub telah memberikan segala yang kami butuhkan untuk bekerja secara maksimal hingga saat ini. Selama secara matematis peluang itu masih ada, kami akan terus berjuang hingga pertandingan terakhir musim ini,” tutur juru taktik asal Brasil tersebut.
Jamu Persebaya di Gelora Bung Karno
Sinyal kebangkitan Persija akan langsung diuji dalam laga “final” yang sesungguhnya. Sabtu (11/4) mendatang, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan menjadi saksi rivalitas abadi saat Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya.
Laga ini diprediksi akan berlangsung panas sejak peluit pertama dibunyikan. Bagi Macan Kemayoran, tiga poin adalah harga mati. Kehilangan poin di hadapan Jakmania bukan hanya soal gengsi, tetapi bisa menjadi akhir dari mimpi mengangkat trofi musim ini.
Namun, mengalahkan Persebaya bukanlah perkara mudah. Tim berjuluk Green Force tersebut datang ke Jakarta dengan kepercayaan diri tinggi setelah memetik kemenangan penting di laga sebelumnya. Skuad asuhan tim asal Surabaya ini berpotensi besar menjadi batu sandungan yang meruntuhkan ambisi tuan rumah.
Pertaruhan Harga Diri dan Mentalitas
Duel ini akan menjadi panggung ujian mentalitas bagi kedua belah pihak. Persija dituntut membuktikan kemampuan bangkit dari keterpurukan, sementara Persebaya ingin menunjukkan konsistensi mereka sebagai penghuni papan atas. Dukungan masif dari Jakmania di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan, meski di sisi lain bisa menjadi tekanan jika performa tim tidak sesuai ekspektasi.
Laga ini lebih dari sekadar perebutan tiga angka. Ini adalah pertaruhan harga diri dan satu-satunya jalan untuk menjaga nafas harapan juara tetap hidup. Jika menang, Persija akan kembali menekan pesaing di atasnya. Sebaliknya, jika terpeleset, jalan menuju takhta juara dipastikan akan semakin terjal dan mungkin tertutup rapat.
Kini, seluruh mata tertuju pada racikan strategi Mauricio Souza. Keputusan taktis dan kesiapan mental pemain akan menjadi kunci utama dalam duel yang paling dinanti pekan ini. Hasil akhir di GBK nanti dipastikan bakal mengubah peta persaingan papan atas Super League secara signifikan. (*)





