JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi kenaikan harga berbagai komoditas, mulai dari plastik, pupuk, hingga pangan.
Hal ini menyusul krisis energi global yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dan gas (migas) dunia akibat penutupan Selat Hormuz usai Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran sejak 28 Februari lalu.
Eddy menjelaskan berkurangnya pasokan produk migas akan berdampak langsung pada kenaikan harga barang berbasis hidrokarbon.
“Sejumlah kebutuhan esensial yang bahan bakunya bersumber dari minyak dan gas telah atau akan mengalami kenaikan harga,” ujar Eddy, Senin (6/4/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Harga Plastik Naik Drastis hingga Rp500.000 per Dus, Bikin Pedagang Hemat Kantong Plastik
Menurutnya, tidak hanya minyak mentah dan gas yang terdampak, tetapi juga berbagai produk turunannya.
“Saat ini, selain minyak mentah dan gas, produk jadi dari turunan migas seperti plastik, pupuk, obat-obatan dan pakaian jadi merupakan barang-barang yang biaya produksinya melonjak sehingga otomatis harga jualnya juga akan meningkat,” kata Eddy.
Kenaikan tersebut dinilai akan berimbas luas, termasuk terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat. Eddy mengatakan harga plastik akan memengaruhi berbagai produk kemasan, sementara kenaikan harga pupuk akan berdampak pada sektor pangan.
“Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga produk plastik seperti kemasan mi instan, air minum kemasan, peralatan rumah tangga dan lain-lain. Harga pangan otomatis juga akan mengalami karena kenaikan harga pupuk yang menggunakan bahan baku gas telah naik juga,” katanya.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak menggerus daya beli masyarakat.
Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- harga plastik
- harga plastik naik
- harga pupuk
- krisis energi
- harga BBM
- Eddy Soeparno





