Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan seluruh kebijakan strategis yang diambil, termasuk menahan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026, merupakan hasil koordinasi di bawah instruksi langsung Presiden.

Purbaya meluruskan persepsi publik mengenai pengambilan keputusan di tingkat kementerian dan lembaga. Ia menegaskan langkah-langkah yang diambil bukanlah inisiatif personal atau sektoral semata, melainkan mandat dari pimpinan tertinggi negara.

"Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi," ujar Purbaya saat makan siang bersama wartawan di kantin Kemenkeu, Selasa (7/4).

Dalam proses pengambilan keputusan, lanjut Purbaya, Presiden sangat detail mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah secara rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.

"Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini. Yaudah. Yang lain mungkin nggak perlu tahu detail. Tapi itu tergantung dari bapak Presiden," tambahnya.

Meski kondisi global tidak menentu, Purbaya meminta masyarakat untuk tidak panik. Ia memastikan kondisi fiskal dan pendapatan negara masih dalam posisi yang kuat untuk menopang kebijakan subsidi maupun penahanan harga BBM. Salah satu bantalannya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun.

"Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa-ketawa, tapi sebenarnya dihitung. Simulasi saja berapa harga. Belum kita hitung, sumber-sumber lain pendapatan, peningkatan pendapatan dari kebijakan Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Komitmen di Investasi SUN
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Berdasarkan Neraca Pangan Nasional, Bapanas Sebut Stok Pangan Strategis Alami Surplus
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Menko Yusril Soroti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Aksi Terencana |DIPO INVESTIGASI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Jaksel Respons Cepat Laporan Gangguan Kamtibmas Via 110
• 12 jam laludetik.com
thumb
Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Bahas Prestasi Sekolah Rakyat hingga Akurasi Bansos
• 9 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.