VIVA – Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, meminta rekan-rekannya di Cremonese untuk tetap fokus dan optimistis menjelang tujuh laga penentu di Liga Italia 2025-2026, termasuk duel krusial melawan Cagliari.
Pernyataan tersebut disampaikan Audero setelah timnya kalah 1-2 dari Bologna pada Minggu 5 April 2026. Kekalahan ini membuat posisi tim semakin terancam di papan bawah klasemen.
Saat ini, Cremonese berada di peringkat ke-17 dengan 27 poin, jumlah yang sama dengan Lecce di zona degradasi. Kondisi tersebut membuat tim asuhan Marco Giampaolo berada di ambang turun kasta jika tidak segera memperbaiki performa.
Pertandingan melawan Cagliari menjadi sangat penting karena kedua tim hanya terpaut tiga poin di klasemen. Kemenangan akan membuka peluang bagi Cremonese untuk menjauh dari zona merah sekaligus menyamai perolehan poin lawannya.
- Instagram/emil_audero
Audero menegaskan pentingnya menjaga fokus dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini. Ia mengingatkan bahwa peluang untuk bertahan di Liga Italia masih terbuka jika tim mampu tampil konsisten.
“Ini pertandingan penting, klasemen sangat ketat. Bagaimanapun, masih ada tujuh pertandingan tersisa, kita harus tetap fokus dan selalu tampil dengan kepala tegak,” ujar Audero, dikutip dari Cagliari News 24.
Selain itu, ia juga menyoroti peran pelatih dalam menjaga mental tim yang tengah tertekan. Cremonese diketahui baru meraih satu kemenangan di liga sejak pertengahan Desember 2025, yang berdampak pada kondisi psikologis para pemain.
“Pelatih fokus pada tujuan, dia memberi tahu kami sejak awal bahwa kami harus segera melupakan setiap pertandingan. Tidak ada gunanya menyesal atau memikirkan apa yang seharusnya bisa kami lakukan lebih baik,” tambahnya.
Secara matematis, Cremonese masih harus bersaing dengan sejumlah tim lain untuk menghindari degradasi, termasuk Lecce, Cagliari, Fiorentina, Genoa, Parma, dan Torino. Persaingan ketat di papan bawah membuat setiap pertandingan tersisa memiliki arti penting.
Dalam tujuh laga terakhir, Cremonese dijadwalkan menghadapi Cagliari, Torino, Napoli, Lazio, Pisa, Udinese, dan Como. Hasil dari rangkaian pertandingan tersebut akan menentukan nasib mereka bertahan atau turun kasta pada akhir musim.





