Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Jakarta
Di tengah perjuangan bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara beberapa waktu lalu, kehadiran FIFA World Cup 2026 di layar TVRI disambut sebagai kado pemulihan yang tak ternilai. Bagi para penyintas, kepastian siaran gratis ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum penting untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat. Ungkapan haru ini salah satunya datang dari Fadli, seorang warga Sumatera Utara yang merasakan langsung betapa besarnya arti kehadiran TVRI di tengah masa sulit pemulihan pascabencana.
Dalam bincang santai di kawasan Sport Center Sumatera Utara, Fadli menyampaikan apresiasinya terhadap persiapan serius TVRI dalam menyambut Piala Dunia 2026. Baginya, tayangan ini membawa secercah kegembiraan yang sangat dibutuhkan oleh warga yang sedang berupaya menata kembali hidup mereka. “Kami sangat senang TVRI menghadirkan kegembiraan Piala Dunia. Saya pikir ini juga akan menghadirkan kegembiraan kepada korban-korban bencana di sini. Ini akan mempersatukan Indonesia, dan kami berharap melalui tontonan ini, semangat kami bisa pulih kembali,” ujar Fadli dengan nada penuh harap.
Menanggapi suara hati dari Sumatera Utara tersebut, Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, menegaskan bahwa TVRI memiliki komitmen moral untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan di wilayah pascabencana. Menurutnya, misi menyiarkan Piala Dunia kali ini memang membawa semangat kemanusiaan sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan ajang ini sebagai hadiah kebahagiaan bagi seluruh rakyat tanpa kecuali.
“Kami sangat tersentuh mendengar kesaksian dari saudara-saudara kita di Sumatera Utara. Ini mempertegas bahwa tugas TVRI bukan hanya mendistribusikan gambar pertandingan, tetapi juga mendistribusikan kebahagiaan dan harapan. Kami berkomitmen memastikan kualitas siaran kami tetap prima hingga ke pelosok daerah terdampak, karena kami percaya sepak bola memiliki kekuatan luar biasa sebagai sarana pemulihan psikologis masyarakat yang sedang berduka,” ungkap Ezki Suyanto.
Ezki menambahkan bahwa persiapan infrastruktur yang dilakukan di berbagai stasiun daerah bertujuan untuk memastikan tidak ada hambatan teknis bagi masyarakat dalam mengakses "hadiah" negara ini. Bagi TVRI, kesuksesan siaran Piala Dunia 2026 akan diukur dari sejauh mana tayangan ini mampu menyatukan emosi dan memberikan senyuman kembali di wajah para penyintas bencana di seluruh Nusantara. “Layar TVRI adalah rumah bagi semua. Kami ingin memastikan gempita di Amerika Utara sana bisa menjadi energi positif bagi proses pemulihan sosial dan psikologis bangsa kita di sini,” pungkas Ezki.
Editor: Redaksi TVRINews





