Trump Klaim Iran Kalah, Sebut AS Bisa Pungut Biaya Kapal yang Lewat Selat Hormuz

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan AS menarik biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menyebut wacana itu sebagai bagian dari strategi usai perang lawan Iran, yang berpotensi menempatkan kendali jalur pelayaran itu di tangan militer AS.

Mengutip Al Jazeera, Trump membuka opsi agar AS, bukan Iran, yang memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas di salah satu jalur energi paling vital dunia itu.

“Bagaimana jika kita yang memungut biaya? Saya lebih suka melakukan itu daripada membiarkan mereka memungutnya. Mengapa tidak? Kita adalah pemenangnya. Kita menang,” kata Trump.

Trump kembali menegaskan bahwa Iran telah dilemahkan secara militer, meski serangan drone dan rudal masih terjadi, serta blokade Selat Hormuz belum sepenuhnya berakhir.

“Satu-satunya yang mereka miliki adalah psikologi, 'Oh, kita akan menjatuhkan beberapa ranjau ke dalam air.' Baiklah, tidak, maksud saya, kami memiliki konsep di mana kami akan mengenakan biaya tol,” tutur Trump.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melintasi kawasan tersebut sebelum perang. Secara geografis, sebagian besar wilayah selat berada di perairan teritorial Oman dan Iran.

Pernyataan terbaru itu muncul bersamaan dengan tekanan yang Trump sebut sebagai ultimatum terakhir kepada Iran. Ia meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima syarat dari Washington, atau menghadapi potensi serangan terhadap infrastruktur sipil.

Trump menegaskan, setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup jaminan kelancaran arus energi global. “Kita harus mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh saya, dan bagian dari kesepakatan itu adalah, kita menginginkan lalu lintas minyak yang bebas,” ujar Trump.

Di sisi lain, laporan menyebut Iran telah lebih dulu mengenakan biaya terhadap sejumlah kapal yang diizinkan melintas. Otoritas Iran memberi sinyal kalau kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba Bukit Asam Anjlok 43 Persen Tertekan Lonjakan Harga BBM
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Prof Budu Ungkap Perjalanan dr Gaffar T Karim, Dari Anak Tenaga Kesehatan Kepulauan Kini Pimpin RSUD
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Kabar Duka: Nyak Sandang, Tokoh Aceh Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Lebih dari Sekadar Salmon, Ini Cara Baru Nikmati Sushi, Intip Yuk Beauty!
• 3 jam laluherstory.co.id
thumb
5 Berita Terpopuler: UU ASN 2023 Layak Digugat ke MK, Soal Nasib PPPK Bagaimana? P3K Paruh Waktu Dijamin Aman
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.