Bisnis.com, MEDAN — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Utara mencatat realisasi investasi di provinsi tersebut sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp58,53 triliun.
Nilai itu tumbuh 21,26% secara tahunan (year-on-year/yoy) sekaligus melampaui target investasi yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Sumatra Utara Damar Wulan mengatakan target investasi Sumatra Utara pada 2025 dipatok sebesar Rp53,67 triliun.
“Periode Januari–Desember 2025, Sumut mampu merealisasikan investasi sebesar 109,05% dari target BKPM dengan nilai mencapai Rp58,53 triliun,” ujar Damar, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan komposisinya, penanaman modal asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp29,57 triliun atau sekitar 51% dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp28,96 triliun atau sekitar 49%.
Damar menjelaskan Kabupaten Simalungun menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di Sumatra Utara, dengan total PMA dan PMDN mencapai Rp18,10 triliun. Salah satu pendorongnya adalah keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang difokuskan sebagai pusat hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Baca Juga
- Harga Minyak Goreng Curah Naik di Sumbar, Pasokan Minyakita Minim
- Investor Jepang & Malaysia Lirik Blok Migas Eks Repsol dan Zaratex di Aceh
- Pemegang Saham Tambah Modal, Bank Sumut Janji Tingkatkan Inovasi
Selain Simalungun, realisasi investasi juga terkonsentrasi di Kota Medan sebesar Rp14,6 triliun, Kabupaten Deli Serdang sebesar Rp9,2 triliun, Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp5,1 triliun, dan Kabupaten Langkat sebesar Rp2,29 triliun.
Dari sisi sektor, investasi di Sumatra Utara paling banyak masuk ke industri kimia dan farmasi senilai Rp9,5 triliun, diikuti transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp9,2 triliun, serta industri makanan sebesar Rp8,27 triliun.
Selain itu, sektor listrik, gas, dan air mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,34 triliun, sedangkan jasa lainnya sebesar Rp4,83 triliun.
“Sejauh ini, Singapura masih menjadi investor dominan di Sumut dengan persentase 61,89%. Lalu yang lainnya yang masuk lima besar PMA di Sumut ada Belanda, Malaysia, Inggris, dan China,” tambah Damar.
Berdasarkan data DPMPTSP Sumatra Utara, investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp18,3 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut menjadi yang terbesar di antara investor asing lainnya.
Adapun realisasi investasi dari Belanda tercatat sebesar Rp4,03 triliun, Malaysia Rp2,8 triliun, Inggris Rp1,67 triliun, dan China sebesar Rp924 miliar.





