Bank Mandiri (BMRI) Catat Kredit Infrastruktur Tumbuh 30,8 Persen per Februari 2026

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengakselerasi penyaluran kredit infrastruktur sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan nasional.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengakselerasi penyaluran kredit infrastruktur sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan nasional. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengakselerasi penyaluran kredit infrastruktur sebagai bentuk dukungan dalam pembangunan nasional. Hingga Februari 2026, total kredit infrastruktur yang dikucurkan bank BUMN tersebut mencapai Rp491,63 triliun. 

Penyaluran kredit tersebut melonjak 30,8 persen secara tahunan dibandingkan posisi pada periode yang sama, yakni sebesar Rp375,85 triliun. 

Baca Juga:
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp7,35 Triliun hingga Februari 2026

"Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).

Dia menjelaskan, kredit tersebut mencakup berbagai subsektor vital, mulai dari transportasi, jalan raya, energi terbarukan dan migas, ketenagalistrikan, perumahan rakyat, telematika, fasilitas perkotaan, hingga sektor konstruksi. 

Baca Juga:
Ini Alasan Mandiri (BMRI) Sukses Terbitkan Global Bond USD750 Juta Pertama di Asia Tenggara

Berbagai proyek yang didanai meliputi pembangunan pelabuhan, jalan tol, serta jaringan kereta api yang memberikan kontribusi langsung terhadap efisiensi konektivitas dan dinamika aktivitas ekonomi nasional. 

Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dalam portofolio kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp118,03 triliun per Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 18,45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatatkan performa pertumbuhan paling signifikan dengan kenaikan mencapai 178,19 persen secara tahunan menjadi Rp85,84 triliun. Adapun pembiayaan untuk pembangunan jalan mencatatkan kenaikan sebesar 11,08 persen secara tahunan hingga mencapai nominal Rp54,84 triliun. 

Tak ketinggalan, sektor telematika juga memperlihatkan pertumbuhan sebesar 12,61 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total pembiayaan yang mencapai Rp44,34 triliun. 

“Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” kata Riduan.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Sebut MBG Berpotensi Hasilkan Setoran Pajak hingga Rp16,75 Triliun
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Big Tech AS Berpotensi Alihkan Investasi ke ASEAN Imbas Iran Rudal Data Center
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pembangunan Stasiun JIS rampung pada Mei 2026
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Stella Christie Ungkap Penyebab Energi Panas Bumi Belum Optimal di Indonesia
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
Menhub: Tarif Transportasi Tak Naik Selama Harga BBM Subsidi Tetap
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.