Angin Kencang Terjang Desa Ngadipiro Nganjuk, 42 Rumah Rusak

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Agus Triwasono

TVRINews, Nganjuk

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Ngadipiro, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin 6 April 2026 sore. Dalam waktu singkat, terjangan angin memporak-porandakan puluhan rumah warga dan melumpuhkan akses utama desa.

Data sementara mencatat sebanyak 42 rumah mengalami kerusakan, dengan 10 di antaranya rusak parah. Atap rumah beterbangan diterjang angin, sementara sejumlah bangunan rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang.

Tidak hanya merusak permukiman, angin kencang juga merobohkan puluhan pohon berukuran besar. Material pohon yang menutup badan jalan membuat akses utama desa sempat lumpuh total. Bahkan, satu pohon jati berdiameter besar dilaporkan roboh dan menghantam area pemakaman desa.

Kepala Desa Ngadipiro, Karsupin, mengungkapkan kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan warga.

"Angin datang tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras. Dalam hitungan menit langsung merusak rumah warga. Banyak warga panik karena atap rumah beterbangan dan suara angin sangat kencang," ujarnya.

Ia menambahkan, situasi semakin sulit karena listrik padam saat kejadian, sehingga proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara maksimal pada malam hari.

"Akses jalan sempat lumpuh total karena tertutup pohon tumbang, ditambah kondisi gelap akibat listrik padam. Evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya setelah cuaca mulai membaik," ucapnya.

Hingga Selasa 7 April 2026, warga bersama aparat TNI, Polri, dan relawan masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta material pohon yang menutup jalan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan dan penanganan lanjutan, termasuk proses evakuasi pohon besar yang roboh di area pemakaman desa yang masih menunggu koordinasi dengan pihak keluarga.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

"Kami minta warga tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pungkas Karsupin.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teknologi BlueCore HEV Milik Changan, 100 KM Cuma Butuh 3 Liter Bensin
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
PKS soal Saiful Mujani Mau Jatuhkan Prabowo: Kritik Harus Sesuai Konstitusi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK & JKM
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Gaji Menteri Kabinet Merah Putih akan Dipotong? Ini Kata Airlangga dan Purbaya
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jaga Kawasan Konservasi, EIGER Adventure Land Angkut 6 Ton Sampah di Puncak
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.