Penipuan Digital Terus Membesar, Bisnis Kriminal Lintas Negara dengan Nilai Ekonomi Besar

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ancaman penipuan digital atau scam berkembang dengan pola yang semakin adaptif dan beragam, seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

Group CEO VIDA Niki Luhur mengungkapkan, pelaku scam saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai individu yang bergerak sendiri. Di balik banyak serangan digital saat ini, terdapat jaringan yang lebih rapi, terkoordinasi, dan didukung kemampuan teknis yang semakin canggih.

Baca Juga
  • Berusia 105 Tahun, Marsiah Jadi Calon Haji Tertua asal Kediri
  • Hadapi Israel, Gus Ulil Minta Umat tak Terpecah Perdebatan Suni-Syiah
  • AS Pindahkan Hampir Seluruh Persediaan Rudal Jelajah JASSM-ER, Pertahanan Sekutu Kosong?

“Penipuan sekarang tidak lagi bergerak secara acak atau dilakukan sendirian. Modusnya sudah makin rapi, terstruktur, bisa dijalankan dalam skala besar, dan kecanggihannya terus berkembang pesat,” ujar bos perusahaan penyedia solusi digital identity dan fraud prevention tersebut dalam podcast Endgame bersama mantan menteri perdagangan RI Gita Wirjawan belum lama ini.

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Diskusi ini sekaligus menandai peluncuran resmi whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, yang memotret bagaimana lanskap penipuan digital di Asia Tenggara terus berkembang, baik dari sisi kecanggihan serangan, pemanfaatan teknologi generatif, maupun cara pelaku membaca momentum kepercayaan dan pergerakan likuiditas masyarakat. 

Lebih jauh, Niki menekankan bahwa scam kini telah berkembang menjadi bisnis kriminal lintas negara dengan nilai ekonomi yang sangat besar.

Ia mencontohkan pengungkapan kasus yang melibatkan Kamboja dan Myanmar, dengan penyitaan aset Bitcoin senilai 14 miliar dolar AS (setara dengan lebih dari Rp238 triliun). Niki juga menyoroti laporan tentang 800 Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengantre di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja untuk pulang setelah terjebak dalam kerja paksa jaringan scam

Menurut Niki, kasus ini menegaskan scam kini bukan lagi penipuan digital biasa, melainkan persoalan lintas negara dengan dampak yang semakin besar. Pada saat yang sama, perkembangan AI seperti deepfake dan synthetic identity membuat batas antara yang nyata dan palsu semakin tipis. Teknologi ini memungkinkan konten palsu tampil lebih realistis, meyakinkan, dan diproduksi jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. 

 
Cara mencegah penipuan digital. (ilustrasi) - (www.freepik.com)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSSN Rayakan HUT ke-80 dengan Tekankan Kolaborasi untuk Perkuat Kedaulatan Siber Nasional
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Perawatan Rambut Ala Korea
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jaga Kawasan Konservasi, EIGER Adventure Land Angkut 6 Ton Sampah di Puncak
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Putusan MK terkait Penghitungan Kerugian oleh BPK Dipelajari KPK
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bawa Airsoft Gun, Dua Maling Motor di Koja Jakut Tak Berdaya Diamuk Massa
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.