Komentar Kontroversial Madam Pang, Thailand Prioritaskan Lawan di 100 Besar FIFA

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Pernyataan Presiden Federasi Sepak Bola Thailand atau Football Association of Thailand, Nualphan Lamsam, tengah menjadi sorotan di kawasan Asia Tenggara setelah dirinya mengibaratkan Timnas Thailand sebagai “daging sapi berkualitas tinggi” yang diminati banyak pihak. Ucapan tersebut memicu beragam reaksi, terutama karena dinilai mencerminkan sikap selektif Thailand dalam menentukan lawan tanding pada agenda internasional.

Dalam wawancara yang dikutip dari media Vietnam TheThao247, Madam Pang menggambarkan posisi Thailand saat ini sebagai tim yang memiliki daya tarik tinggi di mata federasi sepak bola dunia. Analogi tersebut merujuk pada meningkatnya performa tim berjuluk Gajah Perang dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak pada posisi mereka di peringkat dunia.

Saat ini, Thailand berada di peringkat ke-92 dalam daftar resmi FIFA, sekaligus menjadi negara dengan ranking tertinggi di Asia Tenggara. Posisi tersebut membuat Thailand semakin percaya diri dalam menentukan arah pengembangan tim nasional, termasuk dalam memilih lawan untuk pertandingan persahabatan internasional atau FIFA Matchday.

Menurut Madam Pang, kondisi ini menempatkan Thailand dalam posisi tawar yang kuat. Ia menegaskan bahwa federasi kini tidak lagi sembarangan menerima tawaran laga uji coba. Prioritas diberikan kepada tim-tim yang memiliki peringkat setara atau lebih tinggi, khususnya yang berada di dalam 100 besar dunia. Strategi ini diyakini dapat membantu Thailand mengumpulkan poin maksimal demi terus memperbaiki posisi mereka di ranking FIFA.

Pendekatan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam sistem perhitungan poin FIFA, hasil pertandingan melawan tim dengan ranking lebih tinggi akan memberikan tambahan poin yang lebih signifikan. Sebaliknya, menghadapi tim dengan peringkat jauh di bawah justru memiliki risiko besar, karena kemenangan hanya menghasilkan poin kecil, sementara hasil imbang atau kekalahan dapat berdampak negatif secara signifikan terhadap posisi di klasemen dunia.

Kebijakan ini secara tidak langsung berdampak pada peluang negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Timnas Indonesia, untuk menghadapi Thailand di luar kompetisi resmi. Dengan posisi Indonesia yang saat ini masih berada di peringkat ke-122 FIFA, jarak yang cukup jauh membuat laga persahabatan antara kedua tim menjadi kurang prioritas bagi pihak Thailand.

Meski demikian, perkembangan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya cukup signifikan. Di bawah kepemimpinan pelatih seperti Shin Tae-yong, kemudian dilanjutkan oleh Patrick Kluivert, hingga kini ditangani John Herdman, skuad Garuda menunjukkan peningkatan dari sisi performa, organisasi permainan, hingga mentalitas bertanding di level internasional.

Namun, dalam konteks strategi Thailand yang berorientasi pada peningkatan ranking, faktor peringkat tetap menjadi pertimbangan utama. Hal ini juga berkaitan dengan ambisi jangka panjang Thailand untuk keluar dari dominasi regional Asia Tenggara dan bersaing lebih kompetitif di level Asia bahkan dunia.

Bagi publik sepak bola Thailand, langkah ini dipandang sebagai strategi realistis dan profesional. Mereka menilai bahwa untuk berkembang, tim nasional harus menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi secara konsisten. Dengan demikian, para pemain dapat terbiasa menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan yang lebih besar.

Di sisi lain, pernyataan Madam Pang juga memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Asia Tenggara. Sebagian menilai bahwa sikap tersebut terkesan eksklusif dan kurang mencerminkan semangat kompetisi regional. Namun, tidak sedikit pula yang memahami bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi modern dalam mengelola tim nasional secara kompetitif.

Fenomena ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi PSSI dalam mengembangkan Timnas Indonesia. Untuk dapat kembali dilirik sebagai lawan tanding yang menarik, Indonesia perlu terus meningkatkan performa dan memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Upaya tersebut tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan, tetapi juga pada konsistensi program pembinaan, kualitas kompetisi domestik, serta pengelolaan tim nasional yang profesional. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang mulai menunjukkan arah positif, termasuk dengan meningkatnya jumlah pemain yang berkarier di luar negeri dan pengalaman bertanding di level internasional.

Selain itu, penting bagi Indonesia untuk memaksimalkan setiap kesempatan di ajang resmi seperti kualifikasi Piala Dunia dan turnamen regional. Hasil positif di kompetisi tersebut dapat memberikan tambahan poin signifikan yang berkontribusi pada peningkatan ranking FIFA.

Di tengah dinamika ini, pernyataan Madam Pang dapat dilihat sebagai refleksi dari perubahan lanskap sepak bola Asia Tenggara yang semakin kompetitif. Negara-negara di kawasan ini kini tidak hanya berfokus pada rivalitas regional, tetapi juga mulai mengarahkan perhatian ke panggung yang lebih luas.

Dengan strategi yang diterapkan Thailand, tekanan bagi negara lain, termasuk Indonesia, menjadi semakin besar untuk beradaptasi dan berkembang. Jika ingin kembali menjadi lawan yang diperhitungkan, Indonesia harus mampu menembus 100 besar dunia dan menunjukkan konsistensi performa di level internasional.

Pada akhirnya, persaingan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Asia Tenggara secara keseluruhan. Semakin tinggi standar yang ditetapkan oleh masing-masing negara, maka kualitas kompetisi di kawasan ini juga akan meningkat, membuka peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM Setujui Pelabelan Nutri Level di Kemasan Pangan Olahan, Ini 4 Kategorinya
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Dari Dapur Sederhana, Perempuan Tangguh Ini Sukses Kembangkan Usaha Kue Berkat Dukungan BRI
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.105 per USD, Pasar Cermati Tenggat Waktu AS untuk Iran
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Lebih dari 3,5 Juta Umat Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Akhir Pelarian Andre “The Doctor”, Penyuplai Dua Jaringan Narkoba di Indonesia
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.