Trump Ancam Penjarakan Jurnalis Laporan Penyelamatan Pilot AS di Iran

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Amerika Serikat mengancam akan menuntut hingga memenjarakan jurnalis yang pertama kali memberitakan operasi penyelamatan awak pesawat militer AS di Iran.

Pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih itu dinilai sebagai peningkatan tekanan pemerintah terhadap kebebasan pers.

Melansir dari kantor berita Reuters, insiden ini bermula setelah sebuah jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4/2026) lalu.

Sejumlah media kemudian melaporkan bahwa satu dari dua awak pesawat berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat AS.

Trump menilai bahwa pengungkapan informasi tersebut berpotensi membahayakan operasi penyelamatan awak kedua, meskipun pada akhirnya keduanya berhasil diselamatkan.

“Kami tidak membicarakan yang pertama selama satu jam. Lalu seseorang membocorkan sesuatu, yang, semoga kami dapat menemukan pembocornya. Kami sedang berusaha keras untuk menemukan pembocor itu,” kata Trump pada Senin (6/4/2026) waktu setempat.

Ia bahkan mengancam akan memenjarakan mereka jika menolak memberikan sumber tersebut.

“Kami akan mendatangi perusahaan media yang menyebarkannya, dan kami akan mengatakan, ‘Keamanan nasional, serahkan atau masuk penjara.’”

BACA JUGA: Trump Sebut Bisa Hancurkan Iran Secepatnya

Presiden AS itu tidak menyebutkan secara rinci media atau jurnalis yang dimaksud. Namun, beberapa media internasional diketahui turut memberitakan penyelamatan awak pesawat tersebut dalam waktu singkat.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga disebut mengeluhkan kepada para pejabatnya terkait pemberitaan media mengenai perang AS-Israel melawan Iran yang dianggap terlalu negatif. Ia bersama sekutunya bahkan secara terbuka mengkritik sejumlah organisasi media.

Pihak Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan ketika ditanya terkait jurnalis yang menjadi sasaran pernyataan tersebut.

Sementara itu, Brendan Carr Ketua Federal Communications Commission (FCC) sebelumnya juga menyampaikan bahwa penyiar yang menayangkan “berita palsu” perlu segera melakukan perbaikan sebelum proses perpanjangan lisensi.

Pernyataan itu disertai unggahan yang mengutip pernyataan Trump di Truth Social yang menyebut bahwa media yang tidak bermoral justru menginginkan Amerika Serikat kalah dalam perang. (ily/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andrie Yunus Nyatakan Mosi Tidak Percaya jika Kasusnya Ditangani Peradilan Militer
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Jadi kota teraman se-ASEAN, Pram akui terkejut DKI duduki posisi kedua
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes dan Dampaknya
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 206, Hari Ini Selasa 7 April 2026: Trian Bongkar Rahasia Herlina, Hubungan Keluarga Terancam Pecah
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BINUS Dipercaya Pemerintah, Humas Kampus Kini Jadi Penentu Citra di Era Digital
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.