Banda Aceh: Pemulihan pasca bencana di Aceh terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PPR) Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa capaian rehabilitasi terus dilakukan percepatan.
Safrizal menyampaikan, klaim tersebut berdasarkan sejumlah. Di antaranya aspek layanan publik hampir pulih.
"Bahwa pada aspek pelayanan pemerintahan, 10 dari 18 kabupatenkota terdampak sudah kembali normal," kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.
Upaya pembersihan lumpur juga dilaporkan menunjukkan hasil signifikan. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menyerbut 92 persen lokasi berhasil ditangani.
"Untuk lokasi yang masih membutuhkan penanganan terus dikoordinasikan dalam penyiapan alat berat dan sumber daya pendukung lainnya," ungka Safrizal.
Baca Juga :
Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban BencanaSektor kesehatan pun berangsur pulih. Seluruh 23 RSUD dan 309 Puskesmas kembali berfungsi penuh, serta 99,6 persen Puskesmas Pembantu sudah beroperasi.
"Begitu pula di sektor pendidikan, sebanyak 3.120 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal," sebut Safrizal.
Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PPR) Aceh, Safrizal ZA (tengah). Foto: Istimewa.
Sedangkan aspek hunian, pembangunan Huntara telah rampung 91 persen. Sedangkan hunian tetap (huntap) mulai direalisasikan dengan dukungan lintas lembaga.
Ia menekankan bahwa perkembangan pemulihan ini sangat dinamis. Sebab, proses pembangunan masih berlangsung.
"Ada jembatan yang baru dilaporkan selesai, namun karena keadaan tertentu bisa kembali rusak, dan pada waktu berikutnya sudah selesai dikerjakan lagi. Begitu pula dengan aspek lain, sehingga capaian persentase bisa berubah dari hari ke hari,” ujar Safrizal.




