Gubernur Kalbar Kembali Jadi Sorotan, Kali Ini Perjalanan ke Malaysia Dikritik

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan yang melakukan perjalanan ke Kuching, Malaysia, di tengah isu pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kritik.

Sebab, namanya dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah yang tengah ditangani KPK.

BACA JUGA: Periksa Putra Gubernur Kalbar Ria Norsan, KPK Dalami Aliran Dana Kasus PUPR Mempawah

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengingatkan agar pejabat publik menunjukkan sensitivitas terhadap kondisi masyarakat dan tidak terkesan menghindari proses hukum.

"Pejabat publik harus lebih peka dengan kondisi daerah dan masyarakatnya, jangan bermewah-mewahan," kata Hari Purwanto dalam keterangannya, Selasa (7/4).

BACA JUGA: KPK Periksa Gubernur Kalbar Ria Norsan sebagai Saksi Kasus Korupsi Jalan Mempawah

Hari Purwanto menilai alasan sakit sering kali menjadi "senjata" klasik bagi oknum pejabat yang tersangkut masalah hukum.

"Jika ada pejabat yang mangkir dari pemanggilan KPK RI, itu adalah pelecehan hukum. Alasan sakit hanya menjadi kamuflase. Kalau bersih, kenapa harus risih?" sentil Hari.

BACA JUGA: KPK Periksa Gubernur Kalbar Ria Norsan Akhir Pekan Lalu, Ini yang Didalami

Langkah Norsan berobat ke luar negeri juga dianggap kontradiktif. Pasalnya, Presiden Prabowo tengah gencar mengimbau masyarakat untuk mencintai fasilitas kesehatan dalam negeri guna menekan aliran devisa ke luar negeri.

Ironisnya, Norsan sendiri sebelumnya diketahui pernah mengimbau warga Kalbar agar tidak berobat ke luar negeri. Namun kini, ia justru melakukan hal sebaliknya.

Tak hanya soal kesehatan, kepemimpinan Norsan di Kalbar juga sedang dalam sorotan warga. Infrastruktur jalan yang rusak di sejumlah wilayah kontras dengan gaya hidup sang gubernur yang kerap melakukan perjalanan luar negeri.

Selain itu, kepemilikan kendaraan pribadi senilai miliaran rupiah milik sang pejabat juga memicu persepsi negatif di tengah masyarakat yang masih mengeluhkan pembangunan daerah yang jalan di tempat.

"Kalau daerahnya belum maju, jangan plesiran ke luar negeri, apalagi jika sedang diperiksa KPK atau bermasalah dengan hukum," pungkas Hari Purwanto.

Diketahui, Norsan bertolak ke Malaysia pada April 2026. Mantan Bupati Mempawah itu berdalih kepergiannya hanya untuk menjalani medical check-up akibat gangguan vertigo.

“Cuma check-up saja. Karena kemarin sempat kena vertigo, mungkin karena kurang istirahat,” ujar Norsan membela diri.

Dia mengeklaim perjalanan tersebut singkat dan dilakukan saat hari libur. Namun, momentum kepergiannya dianggap janggal karena bertepatan dengan menguatnya isu kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah yang sedang dipelototi KPK. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota KKB Pelaku Penembakan Tito Karnavian Nekat Tabrak Kendaraan Petugas


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Kaltim Gagalkan Penyelundupan Sabu 11 Kg di Kutai Timur, 2 Tersangka Ditangkap
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
2 Pertanyaan Titipan untuk Dijawab Nabi
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aparat Pastikan Penangkapan Anggota KKB Pulon Wonda Sesuai SOP Usai Ditembak Saat Melawan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Banggar DPR Usul Beli LPG Pakai Sidik Jari: Biar Tepat Sasaran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Golkar soal Saiful Mujani Ingin Jatuhkan Prabowo: Yang Dirugikan Adalah Rakyat
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.