Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta jajarannya mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diprdiksi terjadi mulai April hingga September 2026, termasuk dampak fenomena El Nino terhadap kondisi tata air di Jakarta.
Menurut Pramono, kesiapsiagaan infrastruktur, khususnya pompa air, menjadi hal penting untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
“Sekarang ini karena sebentar lagi kita akan memasuki kemarau yang cukup panjang, El Nino diperkirakan mulai dari pertengahan bulan April ini sampai dengan September,” ujar Pramono saat meninjau Gedung Pompa Ancol, Selasa (7/4).
Ia pun menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA), untuk memastikan seluruh pompa dalam kondisi optimal melalui perawatan rutin dan persiapan teknis.
“Maka saya meminta kepada jajaran sumber daya air untuk merawat pompa-pompa yang ada, mempersiapkan untuk nanti pada bulan September dan sebagainya,” kata Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan melanjutkan program normalisasi sungai sebagai bagian dari langkah mitigasi banjir, meskipun berada dalam periode kemarau.
“Termasuk kemudian melanjutkan normalisasi sungai yang sudah diputuskan yaitu Ciliwung, Cakung Lama dan Krukut. Jadi ada empat yang kita lakukan,” tuturnya.
Pramono berharap rangkaian langkah tersebut dapat menjadi Fondasi utama dalam pembenahan sistem pengendalian banjir di Jakarta, terutama dalam menghadapi siklus cuaca yang tidak menentu.
“Mudah-mudahan ini menjadi basic dasar untuk melakukan pembenahan persiapan menghadapi banjir di Jakarta,” ucapnya.



