Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta akan menambah kapasitas pompa air di kawasan Ancol guna mengurangi risiko banjir di wilayah pesisir utara Jakarta.
Pramono menjelaskan, saat ini terdapat dua sistem pompa di kawasan tersebut, yakni milik pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan milik Pemprov DKI Jakarta.
“Di sistem tata air Pompa Ancol ini sebenarnya ada dua pompa. Satu pompa yang dikelola oleh pemerintah pusat, oleh Kementerian PU, dan satu pompa yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono saat meninjau Gedung Pompa Ancol, Selasa (7/4).
Ia merinci, kapasitas pompa milik pemerintah pusat mencapai sekitar 40 meter kubik per detik atau setara 40.000 liter per detik. Sementara itu, pompa yang dikelola Pemprov DKI saat ini memiliki kapasitas 15 meter kubik per detik.
“Sedangkan di tempat ini sekarang ini kapasitasnya adalah 15.000 atau 15 per detik,” kata Pramono.
Untuk meningkatkan daya tampung air, Pemprov DKI berencana menambah kapasitas pompa tersebut secara signifikan.
“Akan ditingkatkan, ditambah 5 kali 5 sehingga nantinya 25. 25 tambah 15 menjadi kurang lebih 40, maka di sini akan menjadi 40.000 meter per detik. 40.000 liter per detik. Liter per detik,” jelasnya.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Pramono optimistis sistem pompa di Ancol dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi potensi banjir, khususnya di wilayah dengan cakupan area tangkapan air yang cukup luas.
“Kalau itu bisa dilakukan, Teman-teman sekalian, catchment area yang di sini kurang lebih 2.000 hektar sehingga secara signifikan itu akan menjadi apa akan bermanfaat untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi di daerah Ancol dan sekitarnya,” tuturnya.





