JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pembangunan tangki septik atau septic tank komunal di Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mengungkap fakta bahwa masih banyak warga yang belum memiliki sarana sanitasi layak.
Ketua RT 11 RW 7, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Handayani, mengungkapkan bahwa selama ini banyak warganya yang mengaku sudah memiliki septic tank sendiri di dalam rumah.
Padahal, kenyataannya banyak dari warganya yang masih membuang limbah tinja langsung ke aliran kali.
Baca juga: 213 KK di Grogol Petamburan Tak Punya Septic Tank, Saluran Limbah Mengalir ke Kali
Handayani menyebutkan, mayoritas warganya baru mengaku tak memiliki septic tank saat munculnya rencana pembangunan septic tank komunal oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat.
"Waktu sebelum dipasangin ini (septic tank komunal), mereka pengakuannya punya, punya septic tank gitu. Setelah adanya ini, mereka baru bilang, 'Bu mau dong, Bu mau'," ungkap Handayani saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (7/4/2026).
Handayani mengaku selama ini dirinya memang tidak bisa mengecek kondisi toilet warganya satu per satu untuk memastikan data.
Namun, dengan tingginya antusiasme warga saat pembangunan fasilitas komunal dimulai, ia akhirnya mendata ulang ketersediaan fasilitas sanitasi warganya.
"Kemarin saya tanya bilangnya katanya punya septic tank dalam rumahnya. Kalau saya ini kan enggak mungkin lah saya kontrolin satu-satu gitu kan. Jadi selama ada dengan adanya ini mereka pada seneng, pada nyebut, 'saya mau, mau'. Makanya (datanya) di-update, ternyata banyak," jelasnya.
Dari total sekitar 90 keluarga yang ada di RT 11 RW 7, Handayani memperkirakan masih ada sekitar 30 keluarga yang belum memiliki sarana sanitasi yang layak.
Menurut dia, alasan di balik pengakuan itu adalah warga yang takut karena menyadari bahwa membuang kotoran WC ke kali merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan.
Baca juga: Terimpit Ekonomi, Warga Jakarta Hidup Tanpa Septic Tank Puluhan Tahun
Namun, ia juga menyadari padatnya permukiman yang menyebabkan minimnya lahan dan tekanan ekonomi membuat sejumlah warga memilih tak membangun septic tank di rumahnya.
"Ya mungkin karena satu lahan juga ya. Dipikir ada kali nih, jadi kesempatan mereka pada buang ke kali gitu, tanpa perlu bikin septic tank," kata Handayani.
Senada, Lurah Wijaya Kusuma, Fajar Hidayah, mengungkapkan berdasarkan data terkini masih banyak bangunan rumah yang saluran pembuangannya dialirkan langsung ke kali.
"Untuk saat ini yang terdata di Kelurahan Wijaya Kusuma itu ada 120 bangunan yang tidak memiliki septic tank atau 213 keluarga," ungkap Fajar saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (7/4/2026).
Untuk menyelesaikan masalah ini, sebanyak 150 titik septic tank komunal akan dibangun tersebar di 10 RW wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma.





