Liputan6.com, Jakarta - Infografis terkait ancaman fenomena El Nino Godzilla yang bakal terjadi di Indonesia. Apakah itu fenomena El Nino Godzilla? Istilah 'Godzilla' sebenarnya tidak ada dalam kamus resmi sains iklim, yang hanya membagi El Nino menjadi kategori lemah, sedang, dan kuat.
Namun, sebutan ini pertama kali dipakai oleh ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Bill Patzert pada 2015 untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang luar biasa besar.
Advertisement
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat, nama 'Godzilla' kembali muncul karena ada kemungkinan gabungan beberapa fenomena iklim yang memperluas dampak kekeringan. Tujuannya adalah sebagai peringatan dini agar publik bersiap, bukan untuk memicu kepanikan.
Ancaman kekeringan dan penurunan curah hujan tersebut diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode Juni hingga Agustus 2026. Apa saja dampak langsungnya? Salah satunya adalah menyusutnya air waduk.
Kemudian, ada pula potensi risiko kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dengan wilayah rentan yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Lalu, seperti apa persiapan Indonesia? Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merinci, proyeksi surplus komoditas pangan strategis berdasarkan neraca pangan nasional hingga Mei 2026.
"Pertama, gula konsumsi diproyeksikan surplus 632 ribu ton, berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 1,81 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,18 juta ton," ujar Amran dalam Rapat Kerja di Gedung DPR, Selasa (7/4/2026).
Lantas, seperti apakah selengkapnya terkait ancaman fenomena El Nino Godzilla di Indonesia? Apa saja dampak langsung dan wilayah terdampaknya? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:




