JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan pihaknya bekerja sama dengan TNI untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). BPJS bersama TNI berkolaborasi membuat fasilitas kesehatan (faskes) terapung atau kapal rumah sakit.
Pujo menjelaskan, melalui program kerja sama, pihaknya telah mengoperasikan tiga faskes terapung. Salah satunya, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga yang berlayar sejak 2017 silam.
"Program kita Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah 3T itu kita masukkan ke dalam program terbaik hasil cepat atau quick win," katanya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
"Kami sudah bertemu dengan Menteri Pertahanan, dan ke depan kami juga akan bertemu dengan Panglima TNI, kemudian juga Kepala Staf Angkatan Laut dalam hal ini, sebetulnya yang sudah bekerja sama dengan kita ada tiga kapal rumah sakit."
Baca Juga: Pramono: BGN Siap Biayai Pengobatan Kasus Keracunan MBG di Jaktim yang Tidak Tercover BPJS Kesehatan
Dia mengungkapkan, masih banyak masyarakat di wilayah 3T yang belum memiliki akses faskes. Sehingga, BPJS Kesehatan akan memberikan insentif bantuan dalam bentuk kerja sama melalui rumah sakit-rumah sakit terapung ini.
“Supaya pelayanan-pelayanan yang selama ini belum dirasakan sampai ke daerah tertinggal bisa diberikan melalui kapal-kapal rumah sakit, tentunya itu akan kita rencanakan dalam tiga bulan ke depan,” kata Pujo, dikutip Antara.
Selain itu, dia mengatakan BPJS Kesehatan memprioritaskan program JKN di wilayah 3T. Oleh karena itu, kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus dioptimalkan untuk menjamin pemerataan layanan kesehatan.
"BPJS Kesehatan sekarang sudah 283 juta peserta. Dari sejumlah itu, memang yang aktif 81,5 persen atau sekitar 266 juta lebih. Artinya, cakupan perlindungan baru sebesar itu,” katanya.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- bpjs kesehatan
- faskes terapung
- rumah sakit apung
- dirut bpjs
- bpjs wilayah 3t
- Prihati Pujowaskito




