Survei Indikator: Deretan Program Pemerintah Bikin Pemudik Terbantu

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini dinilai sukses besar oleh publik. Rentetan program taktis yang diluncurkan pemerintah terbukti efektif memberikan rasa aman dan nyaman bagi puluhan juta pemudik, yang berujung pada tingginya tingkat kepuasan masyarakat.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Hendro Prasetyo mengungkapkan bahwa keberhasilan mudik tahun ini tidak lepas dari intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

BACA JUGA: Survei KedaiKOPI: 88,8% Masyarakat Puas Penyelenggaraan Angkutan Mudik Lebaran

Berdasarkan data survei tatap muka yang dilakukan pada 29 Maret – 4 April 2026, melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, ditemukan berbagai program pemerintah mendapatkan apresiasi dan tingkat kesadaran (awareness) yang signifikan dari publik.

Hendro Prasetyo menyoroti bahwa program yang paling banyak diketahui dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat adalah bantuan logistik dan transportasi.

BACA JUGA: Mudik 2026 Catat Sejarah Baru, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun 31,19%

Data menunjukkan bahwa 59% masyarakat mengetahui program Bantuan Pangan berupa beras 10 kg dan 2 liter minyak goreng.

Selain itu, program Mudik Gratis juga mencatatkan angka kesadaran yang tinggi sebesar 55%.

BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2026, Pengiriman KAI Logistik Tembus Capai 3.133 Ton

"Mudik Gratis menjadi program yang paling membantu di mata pemudik. Keterlibatan berbagai instansi secara masif berhasil mengurangi beban biaya transportasi sekaligus menekan risiko di jalan raya," ujar Hendro, saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Evaluasi Publik Terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026’ secara virtual, Selasa (7/4).

Framing kesuksesan mudik kali ini juga didukung oleh keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas harga energi. Hampir separuh masyarakat (49%) mengetahui dan merasakan manfaat dari Jaminan Pemerintah agar harga BBM tidak naik.

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif tarif yang memperlancar arus mudik dan balik, di antaranya, Program Diskon Tarif Angkutan (darat, laut, dan udara) yang diketahui oleh 38% responden.

Selain itu, ada juga Program Diskon Tarif Jalan Tol yang menjangkau 34% kesadaran publik, termasuk peningkatan Anggaran THR yang diketahui oleh 35% masyarakat.

Tidak hanya untuk masyarakat umum, pemerintah juga memberikan kelonggaran melalui kebijakan "Bekerja dari Mana Saja" (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebanyak 29% masyarakat mengetahui kebijakan ini, yang secara tidak langsung membantu memecah kepadatan arus balik karena waktu kepulangan yang lebih fleksibel.

Secara keseluruhan, Hendro Prasetyo menegaskan bahwa kombinasi antara program sosial, insentif ekonomi, serta kesiapan infrastruktur telah menciptakan ekosistem mudik yang positif.

"Data menunjukkan bahwa kehadiran negara dalam mengelola tradisi tahunan ini berjalan dengan sangat baik. Banyaknya program yang 'sampai' ke telinga dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah bukti nyata kesuksesan arus mudik dan balik tahun 2026. Hal ini yang membuat tingkat kepuasan masyarakat berada pada level yang sangat tinggi," pungkas Hendro. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makassar Kebut Proyek PSEL, Lahan dan Akses Jalan Mulai Dimatangkan
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Riset: Hanya 13 dari 193 Negara Anggota PBB yang Kini Dipimpin Perempuan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Keluhkan Jalan Rusak, Warga Kesulitan Menuju Sekolah dan Fasilitas Kesehatan | SAPA SIANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
APHI Ingatkan Pentingnya Menjaga Hutan di Tengah Tekanan Iklim
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkeu Proyeksikan Defisit APBN dan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Bakal Lebih Bagus
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.