Natalius Pigai Pastikan Kasus Penyiraman Andrie Yunus Tetap Dikawal

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memastikan proses hukum kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus dikawal dan masih berjalan.

Ia meminta masyarakat tidak meragukan atensi pemerintah dalam penyelesaian kasus tersebut.

Advertisement

BACA JUGA: Respons Pigai Usai Digugat Anak Buahnya ke PTUN Terkait Mutasi

"Ini baru dalam sejarah Republik Indonesia ya, kasus yang dihadapi oleh aktivis langsung jadi atensi pemerintah Republik Indonesia. Menteri HAM, ya, DPR, partai-partai, bahkan partai yang sudah ruling party, yang berkuasa. Presiden sendiri pun menyampaikan hal yang sama," kata Pigai dalam rapat komisi XIII DPR, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Meski berkomitmen mengawal prosesnya, Pigai menegaskan pemerintah tidak bisa mengatur jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.

"Kami tidak bisa digiring untuk menentukan menghukum seorang dalam konteks peradilan, karena negara sejati tidak boleh ikut intervensi dalam proses peradilan," ungkap Pigai.

Ia menambahkan, saat ini proses hukum tengah berlangsung di peradilan militer sehingga pemerintah tidak dapat ikut campur.

"Secara aturan main, proses hukum sedang berlangsung di peradilan militer, sedang jalan. Saya sebagai menteri juga meminta kalau mau, trial by the mob dan trial by the press, itu tidak bagus. Proses hukum karena tekanan publik dan tekanan pers itu kadang-kadang tidak bagus," jelas Pigai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjualan Turun, Harta Djaya Karya (MEJA) Tekor Rp21,6 Miliar pada 2025
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mardiono Optimistis PPP Lolos Verifikasi, Fokus Tingkatkan Suara 2029 dan Kawal Pemerintahan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Kunjungi Minahasa, Wapres Pastikan Kualitas Program MBG & Peningkatan Fasilitas Pendukung Bagi Siswa
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Waduh! Jaksa Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Delpedro Cs Soal Kasus Dugaan Penghasutan Demo
• 8 jam laludisway.id
thumb
Heboh Billboard ‘Aku Harus Mati’, PH: Kami Khilaf Soal Sensitivitas Publik
• 10 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.