REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Media Israel melaporkan adanya status siaga tinggi di Tel Aviv menjelang berakhirnya batas waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran Selasa (7/4/2026), sebelum diambil keputusan mengenai dimulainya serangan udara terhadap sasaran-sasaran strategis Iran jika tidak tercapai kesepakatan.
Aljazeera, Selasa, mengutip Chanel 12, suasana siaga dan kewaspadaan tinggi mendominasi kalangan keamanan dan militer, dengan peningkatan tingkat kesiapan sebagai antisipasi terhadap perkembangan apa pun menjelang berakhirnya batas waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran.
Baca Juga
AS Keluarkan Detail Misi Penyelamatan Pilot di Iran,Semakin Tegaskan Kerugian Besar Militer Mereka
Saat Trump Menyamakan Dirinya dengan Yesus, Momen yang Membuat Gedung Putih Seketika Panik
Jika AS-Iran Berdamai, Akankah Israel Kehilangan Payung Perlindungan?
Meskipun Pakistan berusaha menjadi perantara antara AS dan Iran untuk gencatan senjata, saluran televisi Israel tersebut mengatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran masih sangat kecil.
Koordinasi intensif
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Saluran tersebut juga mengungkap adanya pembicaraan intensif yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir antara pejabat tinggi Israel dan Amerika Serikat dengan tujuan mengoordinasikan langkah-langkah sebelum batas waktu berakhir.
Angkatan Udara Israel berkoordinasi dengan rekan Amerika Serikatnya guna menargetkan infrastruktur di dalam Iran sebagai bagian dari persiapan untuk skenario berakhirnya batas waktu.
Saluran tersebut menegaskan tentara pendudukan Israel bersiap melanjutkan operasi militer setidaknya selama tiga pekan.
Media itu mengutip pernyataan seorang perwira tinggi Israel yang mengatakan kerugian ekonomi yang akan diderita Iran akan sangat besar, sehingga menurut perkiraannya hal itu akan melemahkan kemampuan Iran untuk melanjutkan perang.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)