Bisnis.com, JAKARTA — PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL), anak usaha dari PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), semakin agresif melakukan diversifikasi bisnis dengan membentuk usaha patungan (joint venture/JV) di sektor LED display.
Berdasarkan keterbukaan informasi publik pada Selasa (7/4/2026), ERAL menggandeng Pan Asia Limited Indonesia untuk mendirikan entitas baru bernama PT Mega Cahaya Indonesia (MCI). Perusahaan ini akan bergerak di bidang penyediaan produk, dukungan teknis, serta perdagangan LED display, videotron, dan smartboard di Indonesia.
Pembentukan JV ini diharapkan dapat memperluas lini bisnis ERAL melalui entitas anak, sekaligus memperkuat posisi perseroan di segmen teknologi dan solusi visual. Transaksi pembentukan usaha patungan tersebut telah rampung dan dinyatakan sah sejak 1 April 2026.
Total nilai investasi dalam pendirian MCI mencapai Rp10,10 miliar, yang seluruhnya bersumber dari kas internal masing-masing pihak, yakni ERAL dan Pan Asia Limited Indonesia.
Secara struktur kepemilikan, ERAL menguasai 70% saham atau setara 7.070 saham dengan nilai Rp7,07 miliar. Sementara itu, Pan Asia Limited Indonesia memiliki 30% saham atau setara 3.030 saham senilai Rp3,03 miliar.
Sebagai informasi, ERAL atau Erajaya Active Lifestyle mencatatkan kinerja yang cukup impresif sepanjang 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,49 triliun, meningkat 34,1% secara tahunan dibandingkan Rp4,84 triliun pada 2024.
Baca Juga
- Erajaya Active (ERAL) Cetak Penjualan Melesat 34% Didorong Segmen Lifestyle & EV
- Erajaya (ERAA) Raup Pendapatan Rp76,6 Triliun, Laba Bersih Tumbuh 15,8% pada 2025
- Laba ERAA Tumbuh 15,8%, Tembus Rp1,2 Triliun pada 2025
Selain itu, kategori Lifestyle yang mencakup pengembangan ekosistem gaya hidup, termasuk kendaraan listrik, juga mencatatkan lonjakan pertumbuhan sebesar 173% secara tahunan. Peningkatan ini turut mendorong kontribusi kedua kategori tersebut terhadap total pendapatan, seiring ekspansi portofolio merek dan meningkatnya relevansi produk dengan tren konsumen.
Meski kinerja penjualan tumbuh kuat, laba bersih ERAL tercatat menurun menjadi Rp169,3 miliar pada 2025. Sementara itu, laba kotor mencapai Rp1,09 triliun dengan margin laba kotor sebesar 16,8%.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





