Aksi pencurian diduga dengan modus menyamar sebagai pengamen terjadi di sebuah toko sembako di wilayah Prambon, Sidoarjo. Pelaku diduga seorang perempuan yang memanfaatkan kelengahan pemilik toko saat ditinggal ke dapur.
Yogi mengungkapkan, korban merupakan ibunya yang tengah menjaga toko seorang diri kemarin, Selasa (6/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
“Ibu saya mau makan siang ke dapur, toko dalam kondisi kosong. Ada orang ngamen, dibiarkan karena ibu saya ambil makan,” ujarnya.
Namun setelah kembali ke depan, korban menyadari barang-barangnya telah hilang. Uang yang disimpan di dalam tas dan laci toko serta sebuah ponsel sudah tidak berada di tempatnya.
“Pas dicek, HP sudah tidak ada, uang di tas juga hilang, laci toko juga sudah terbuka,” katanya.
Total kehilangan uang tunai Rp2,5 juta dan satu unit ponsel merk Vivo yang saat ini sudah tidak aktif.
Berdasarkan kesaksian tetangga, pengamen itu seorang perempuan mengenakan masker, topi, dan celana panjang. Berdasarkan keterangan warga sekitar, pelaku terlihat keluar dari toko dan berjalan ke arah timur.
Korban bersama keluarga sempat melakukan pengejaran hingga sekitar satu kilometer, namun tidak berhasil menemukan.
“Dikejar sekitar satu kilometer jalan kaki, tapi sudah tidak ada,” jelasnya.
Sayangnya, di lokasi kejadian tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) sehingga menyulitkan proses identifikasi pelaku.
Pasca kejadian, pihak keluarga telah melaporkan ke pengurus RT/RW setempat. Warga juga mengusulkan adanya pembatasan bagi pengamen dan pemulung untuk masuk ke wilayah permukiman.
Selain itu, Yogi menyebut wilayah Prambon memang tergolong rawan tindak kriminal, termasuk kasus pencurian kendaraan bermotor.
“Di sini juga sering kehilangan motor, orang ke sawah, motor ditinggal, pas balik sudah hilang,” tandasnya. (lta/faz)




