jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud memberikan penjelasan soal heboh di media sosial terkait renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar.
Rudy menyebutkan anggaran Rp 25 miliar tidak sepenuhnya dipakai untuk renovasi rumah dinas gubernur, melainkan wakil gubernur beserta fasilitas penunjang.
BACA JUGA: PPPK Paruh Waktu Indonesia Dukung Pemda Tingkatkan PAD, Anggaran Gaji P3K Tetap Terjaga
"Jadi, intinya Rp 25 miliar itu tidak hanya untuk rumah gubernur saja, tetapi juga wakil gubernur, dan pendopo-pendopo yang ada di situ, karena ada guest house-nya," kata dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4).
Rudy mengatakan rumah dinas gubernur dan wakil gubernur di Kaltim memiliki pendopo, rumah tamu atau guest house, hingga ruang pertemuan yang perlu direnovasi.
BACA JUGA: Kantor Dinas ESDM Kaltim Digeledah Jaksa terkait Korupsi Tambang, Ada Brankas
Menurut eks anggota DPR RI itu, pendopo bisa dipakai untuk menerima pejabat provinsi, kabupaten atau kota, hingga masyarakat umum.
"Pendopo untuk menerima seluruh kegiatan-kegiatan mulai dari Pemprov Kaltim, kabupaten, kota, sampai masyarakat, dan semuanya," ujarnya.
BACA JUGA: Setelah Gaduh, Gubernur Kaltim Rudy Masud Kembalikan Mobil Dinas Rp 8,49 M
Sementara itu, kata Rudy, area guest house bisa dipakai sebagai tempat menginap alternatif tamu pemerintahan yang datang ke Kaltim.
Dia bahkan menyebut guest house area rumah dinas Gubernur Kaltim pernah dipakai Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginap ketika berkunjung ke provinsi tersebut.
"Dahulu zamannya Pak SBY, kalau Pak SBY datang ke Kaltim, menginapnya di situ, di rumah dinas, guest house, ya, karena jadi satu di pendopo," ujar Rudy.
Dia menuturkan area rumah dinas Gubernur Kaltim memiliki dua ruang pertemuan yang disebut Olah Bebaya dan Odah Etam.
Olah Bebaya, lanjut Rudy, mampu menampung 500 orang dan Odah Etam bisa memuat lebih dari seribu pengunjung.
Menurutnya, anggaran renovasi Rp25 miliar tidak diperuntukkan untuk kediaman semata, melainkan fasilitas penunjang.
"Jadi, banyak hal yang dibenahi di dalam rumah dinas itu, begitu," kata Rudy.
Rudy melanjutkan rumah dinas gubernur selama lebih dari sepuluh tahun tak terpakai dan saat ini ingin dimaksimalkan oleh politikus Golkar itu.
"Sekarang kami pergunakan untuk menghemat waktu dan segala-galanya," ujarnya.
Rudy mengatakan pihaknya berupaya membuat rumah dinas Gubernur Kaltim kembali layak, semisal membenahi toilet dan perlengkapan elektronik.
"Termasuk televisi-televisinya, sofa-sofanya sudah tidak layak, kami buat baik kembali untuk menerima seluruh kegiatan-kegiatan Pemprov Kaltim," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pupuk Kaltim Raih Predikat Platinum di Ajang Anugerah BUMN 2026
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan




