Jakarta, tvOnenews.com - Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) mengungkapkan akan menindak tegas jika ada oknum TNI yang menjadi pelaku atau membekingi kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.
Hal itu dinyatakan Wadanpuspom TNI, Marsekal Pertama TNI Bambang Suseno saat konferensi pers penegakan hukum BBM dan LPG subsidi ilegal, di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Selasa (7/4).
“TNI tidak akan mentolerir, akan menindak tegas apabila ada terduga pelaku atau beking oknum TNI. Karena, ini sudah menjadi komitmen dari pimpinan bahwa ini akan ditindak tegas,” kata Seno.
Kemudian, Seno mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan ke Puspom TNI, jika melihat adanya anggota yang bermain dalam hal ini.
“Dan kami membuka kesempatan untuk pengaduan bagi rekan-rekan yang mengetahui, silakan, dilaporkan langsung ke Puspom TNI ataupun kepada Pomdam wilayah,” ucap Seno.
“Proses penyidikan nanti akan disesuaikan dengan locus. Jadi, apabila terjadi di suatu tempat, misalkan di Jawa Tengah, itu akan diserahkan kepada ke sana. Kita nanti akan melakukan supervisi dan koordinasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Seno menegaskan bahwa TNI akan mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri, dalam hal ini Bareskrim Polri, dan akan menindak tegas prajurit atau oknum prajurit TNI yang menjadi pelaku ataupun beking dari penyalahgunaan BBM ataupun LPG subsidi.
Untuk diketahui, Puspom TNI menerangkan dalam pengungkapan kasus BBM ilegal ataupun LPG ilegal sepanjang tahun 2025 hingga 2026, di seluruh wilayah Indonesia, terdapat dua anggota TNI yang terlibat.
Marsekal Pertama TNI Bambang Suseno menerangkan, dua anggota TNI tersebut terlibat kasus penyalahgunaan BBM pada 2025.
“Jadi kami sampaikan, di tahun 2025 itu ada, diduga ada dua personel yang terlibat terkait dengan penyalahgunaan BBM,” kata Seno, di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri.
Sementara itu, Seno tidak mengungkapkan secara detail mengenai identitas dan peran keduanya. Namun oknum TNI tersebut terlibat penyalahgunaan BBM di wilayah Jawa Tengah dan Bekasi.
“Ini masih dalam proses penyidikan di Pomdam wilayah. Ini posisinya ada di Jawa Tengah dan di Bekasi,” ujar Seno.




