Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Danantara Umumkan dalam Dua Pekan

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh. Direktur Operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, menyampaikan dirinya akan mengumumkan hal tersebut secara resmi bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam dua pekan ke depan.

“Insyaallah dalam seminggu atau dua minggu lagi akan ketemu dengan wartawan untuk menyampaikan penyelesaian Whoosh yang sudah selesai. Bapak Presiden berharap pengelolaan BUMN ke depan akan semakin baik,” kata Dony di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/4).

Dony menyampaikan operasional Kereta Cepat Whoosh tetap berada di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Operasional tetap di KAI, karena memang Kereta Api Indonesia memang bidangnya itu,” ujarnya.

Dalam struktur konsorsium domestik, kepemilikan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) didominasi oleh KAI sebesar 58,53%. Sementara itu, PT Wijaya Karya menguasai 33,36% saham, PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,30%, dan PT Jasa Marga sebesar 7,08%.

Di sisi lain, konsorsium mitra dari Cina melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd memiliki komposisi kepemilikan yang terdiri dari China Railway Engineering Corporation (CREC) sebesar 42,88%, Sinohydro 30%, CRRC 12%, China Railway Signal & Communication (CRSC) 10,12%, serta China Railway International Group (CRIC) sebesar 5%.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator Whoosh merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia yang tergabung dalam PSBI dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Dony mengatakan penyelesaian penataan utang Whoosh menjadi bagian dari upaya merapikan skema pembiayaan sekaligus memberikan kepastian terhadap struktur pendanaan proyek.

“Penyelesaian sudah segera akan kita tandatangani dan kita bereskan. Yang paling penting adalah layanan kepada publik tidak terganggu dan justru akan menjadi semakin baik dengan kejelasan mengenai struktur pendanaan daripada Kereta Api Cepat kita,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, keterlibatan perusahaan asal Cina dalam proyek Whoosh tetap berlanjut. Dony menyampaikan kepemilikan saham oleh pihak Cina masih dipertahankan karena merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama yang telah disepakati sejak awal proyek. (Perusahaan Cina) masih, karena itu part of the deal,"  kata Dony.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan penanangan restrukturisasi utang Whoosh telah rampung dan tinggal menyisakan tahapan formalitas sebelum diumumkan ke publik.

“Sudah selesai cuma tinggal formalitasnya, tapi saya belum bisa umumkan sekarang karena bukan saya sendiri yang terlibat. Nanti akan diumumkan, tapi sudah clear itu,” ujar Purbaya.

Purbaya sebelumnya menilai Danantara mampu menyelesaikan masalah utang Whoosh tanpa suntikan dari APBN. Menurut Purbaya, proyeksi pendapatan dari operasional Whoosh mencapai Rp 1,5 triliun per tahun.

Di sisi lain, Danantara yang saat ini membawahi KCIC memiliki kemampuan untuk menyelesaikan utang KCIC tapa bantuan pemerintah karena mengelola dividen BUMN. “Karena Danantara terima dividen dari BUMN kan hamper Rp 80 triliun sampai Rp 90 triliun. Itu cukup untuk menutupi sekitar Rp 2 triliun (bunga) bayaran tahunan KCIC,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (16/10).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Laporan Jusuf Kalla, Kuasa Hukum Rismon Bantah Soal Pencemaran Nama Baik
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Bahas Prestasi Sekolah Rakyat hingga Akurasi Bansos
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Don Papank Gandeng Trisya Suherman Pasarkan Motor Listrik Tangkas
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Pemkot Cilegon Ancam Sanksi ASN yang Liburan saat WFH
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejagung Beberkan Alasan Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Marhaen dkk
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.