Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga bobot indeks di pasar domestik dari ancaman penurunan bobot indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berbagai upaya telah disiapkan oleh regulator usai memenuhi permintaan lembaga indeks global ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan, OJK telah menuntaskan implementasi empat proposal utama yang sebelumnya diajukan kepada MSCI. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat integritas pasar modal domestik agar tetap kompetitif di mata investor global.
“Sebagai bagian dari mitigasi, OJK telah menyiapkan langkah-langkah yang terukur dan terkoordinasi,” ujar Hasan dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
- Raden Jihad Akbar/VIVA.
Meski meyakini usulan diterima oleh MSCI, namun OJK tetap melihat adanya kemungkinan penurunan bobot indeks Indonesia. Hasan mengakui, skenario tersebut berpotensi menimbulkan tekanan jangka pendek di pasar.
OJK memproyeksikan sejumlah dampak yang mungkin terjadi meliputi tekanan jual akibat penyesuaian portofolio investor, potensi arus dana keluar saat periode rebalancing, hingga peningkatan volatilitas pasar.
Menurut Hasan, dinamika ini biasanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses menuju pasar yang lebih sehat.
“Ini bersifat normal dalam konteks menuju pasar yang lebih berkualitas secara jangka menengah dan panjang,” lanjut Hasan.
Untuk meredam risiko tersebut, OJK mendorong penerapan kebijakan free float minimum sebesar 15 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas sekaligus memperkuat struktur pasar.
Selain itu, OJK juga fokus memperluas basis investor, baik dari kalangan ritel domestik, institusi dalam negeri, maupun investor asing.
Komunikasi dengan MSCI dan penyedia indeks global lainnya akan terus diperkuat secara intensif dan konstruktif.
OJK berkomitmen menyampaikan perkembangan reformasi pasar secara transparan hingga tahap evaluasi berikutnya. Dari sisi stabilitas, OJK memastikan mekanisme pengawasan pasar akan terus dioptimalkan melalui pemantauan rutin dan ketat.
“Arah kebijakan ini akan terus kami lakukan secara konsisten, yaitu upaya memperkuat kualitas dan integritas pasar modal Indonesia secara fundamental, agar lebih transparan, likuid, kredibel, serta mampu tumbuh sehat berkelanjutan dalam jangka menengah-panjang,” tegas Hasan.





