Presiden Prabowo Subianto menilai pekerjaan menjadi presiden bukanlah hal mudah. Menurutnya, menjadi presiden tidak ada liburnya.
Hal itu ia sampaikan dalam taklimatnya di rapat kerja kabinet Merah Putih di Istana, Jakarta pada Rabu (8/4). Awalnya, Prabowo menyinggung pekerjaannya yang harus terus menepati janji. Ia mencontohkan program desa nelayan.
“Saudara-saudara, jadi 2 tahun lagi, saudara-saudara, 3 tahun lagi, you catet ya, catet. Ini kan ada rekaman apa Prabowo Subianto om om do, ada rekaman,” ucap Prabowo.
“Semua yang saya sampaikan ada tolok ukur, matematik, saya katakan bahwa saya merencanakan akan membangun 1.000 desa nelayan. Tahun 2026 ini, Desember 2026 kita akan cek, saudara, nanti bisa nagih ke Prabowo, berapa desa nelayan yang sudah selesai?,” tambahnya.
Karena itu, Prabowo menilai pekerjaannya tak mudah. Ia pun mendoakan siapa pun yang mau menjadi presiden agar ‘selamat’.
“Jadi, berdiri di sini saudara-saudara, jangan anggap ini pekerjaan yang enak. Yang mau jadi presiden selamet deh, bener-bener,” ucap Prabowo.
Ia pun menyinggung dirinya tak pernah libur. Prabowo juga menyinggung soal anggapan dirinya bepergian keluar negeri untuk jalan-jalan, padahal itu juga bagian dari pekerjaannya.
“Jadi, aku harus kerja sekarang ini. Gak ada libur. Dibilang prabowo jalan-jalan keluar negeri, seneng jalan-jalan ke luar negeri,” ucap Prabowo.
“Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya. Kita ke Jepang kita dapat… ini saya berangkat lagi, aku mau berangkat lagi ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tau kemana, amankan juga,” ucap dia.




