Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menebar ancaman untuk Iran. Sebab, negara Iran tak kunjung tunduk pada syarat yang diajukan dan terus menutup Selat Hormuz, yang berefek pada rantai pasok energi global.
Trump menyebut, akan membumihanguskan Iran jika mereka tak menyerah. Ancaman ini direspons datar oleh Iran, yang menyebut bahwa presiden Amerika Serikat adalah orang yang arogan dan delusional.
Seperti apa ketegangan kedua negara ini, berikut rangkuman kumparan.
Trump Kirim Senjata ke Demonstran Iran, tapi GagalPresiden Donald Trump mengakui Amerika Serikat mencoba mempersenjatai demonstran anti-pemerintah di Iran. Namun, upaya itu tidak berjalan sesuai rencana karena senjata yang dikirim tidak sampai ke pihak yang dituju.
“Kami mengirimkan senjata, banyak senjata. Senjata-senjata itu seharusnya diberikan kepada orang-orang agar mereka dapat melawan para preman ini,” kata Trump kepada wartawan saat acara Paskah di Gedung Putih, dikutip dari reuters.
Trump menjelaskan bahwa persenjataan itu ditujukan untuk membantu demonstran melawan pemerintah Iran yang ia sebut otoriter. Namun, dalam pelaksanaannya, senjata tersebut justru tidak digunakan sebagaimana mestinya.
“Apa yang terjadi? Orang-orang yang menerima senjata itu justru menyimpannya. Jadi saya sangat kecewa dengan kelompok tertentu, dan mereka akan membayar mahal untuk itu,” sambungnya.
Iran Balas Ancaman Trump: Arogan dan DelusionalIran merespons keras ancaman Presiden AS Donald Trump terkait ultimatum pembukaan Selat Hormuz. Teheran menilai pernyataan tersebut tidak berdampak terhadap sikap mereka di tengah konflik yang memanas.
"Ancaman yang kasar, arogan, retoris dan tak berdasar dari Presiden AS yang delusional, tak punya efek apa pun bagi para pejuang Islam melawan AS dan Zionis," kata Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Khatam Al-Anbiya, dilansir AFP.
Ancaman Trump sendiri disampaikan melalui media sosial Truth Social, di mana ia menekan Iran untuk membuka Selat Hormuz sebelum tenggat waktu tertentu.
"Selasa akan menjadi hari pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Buka Selat Hormuz, atau kalian akan hidup dalam ‘neraka’," tulis Trump.
Trump Maki Iran: “Buka Selat Itu atau Hidup dalam Neraka”Trump juga melontarkan pernyataan bernada kasar dan emosional terhadap Iran. Ia secara terbuka memaki dan mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting jika tuntutannya tidak dipenuhi.
"Selasa akan menjadi hari (penghancuran) pembangkit listrik dan hari (penghancuran) jembatan, semuanya jadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!," kata Trump lewat Truth Social.
Pernyataan tersebut menegaskan tekanan AS agar Iran membuka Selat Hormuz, jalur vital energi global. Ancaman diarahkan pada fasilitas publik dan energi sebagai target serangan.
"Buka selat sialan itu, kalian orang-orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka — LIHAT SAJA!," lanjut Trump.
Trump Desak Pembukaan Hormuz, Ancam Serangan Lebih BesarSelain retorika keras, Trump juga menegaskan pembukaan Selat Hormuz sebagai syarat penting dalam kesepakatan mengakhiri perang. Ia menyebut kebebasan jalur minyak harus dipulihkan.
"Kita harus memiliki kesepakatan yang dapat diterima oleh saya, dan bagian dari kesepakatan itu adalah kita menginginkan lalu lintas minyak yang bebas dan segalanya," kata Trump, dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/4).
Trump memperingatkan konsekuensi serius jika Iran tidak memenuhi tuntutan sebelum tenggat waktu. Ia bahkan menyebut kemungkinan penghancuran total infrastruktur Iran dalam waktu singkat.
“Maksud saya penghancuran total pada pukul 12 siang, dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam, jika kita mau. Kita tidak ingin itu terjadi," ungkap Trump.





