Cegah Obesitas, Guru di Yogyakarta Diperkuat dengan Edukasi Psikososial

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Jati

TVRINews, Yogyakarta

Kasus obesitas atau kelebihan berat badan pada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kepercayaan diri, kondisi emosional, serta interaksi sosial remaja.

Jika tidak ditangani secara serius, obesitas berpotensi menurunkan kualitas hidup generasi muda di masa mendatang.

Sebagai langkah pencegahan, sejumlah guru dari jenjang SD hingga SMA di Kota Yogyakarta mendapatkan pembekalan melalui pelatihan asesmen kualitas hidup remaja dengan obesitas. Kegiatan ini melibatkan guru dan orang tua, serta diselenggarakan di RS AMC Muhammadiyah Kota Yogyakarta.

Dalam pelatihan tersebut, peserta menggunakan instrumen Pediatric Quality of Life Inventory yang telah teruji validitasnya. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan praktik, seperti pengisian kuesioner, teknik komunikasi empatik tanpa stigma, serta cara menginterpretasikan hasil untuk pemantauan non-medis.

Pelatihan ini tidak bertujuan menjadikan guru sebagai tenaga medis, melainkan untuk memperkuat kemampuan dalam mendeteksi dini permasalahan kualitas hidup siswa serta membangun komunikasi yang lebih suportif.

Melalui pendekatan psikososial, guru juga didorong untuk mempromosikan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup remaja.

Dokter anak sekaligus narasumber kegiatan, dr. Dyah Ayu Shinta L., MIPH., MHM., Sp.A, menyampaikan bahwa sasaran utama program ini adalah remaja tingkat SMP dan SMA.

“Remaja menjadi sasaran utama karena sekolah merupakan lingkungan kedua bagi anak. Guru memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, bahkan sering kali lebih mudah diterima dibandingkan orang tua,” ujarnya, Selasa (8/4/2026).

Sementara itu, dokter anak sekaligus akademisi, Dr. dr. H. Bambang Edi Susyanto, Sp.A, menjelaskan bahwa obesitas memiliki risiko kesehatan yang lebih serius dibandingkan sekadar kelebihan berat badan.

“Obesitas berada di atas overweight dan memiliki dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Selain risiko perundungan, juga dapat memicu penyakit seperti diabetes, gangguan kardiovaskular, hingga kanker,” jelasnya.

Selain peran guru, keterlibatan orang tua juga dinilai penting dalam mendukung keberhasilan program, mengingat keluarga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan pola hidup anak.

Ke depan, pelatihan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik di Daerah Istimewa Yogyakarta, guna meningkatkan kualitas hidup remaja dan mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perlawanan Abdul Wahid Ditolak, Sidang Korupsi Lanjut ke Tahap Pembuktian
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Kata Prabowo soal Sering ke Luar Negeri: Untuk Amankan Minyak
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Sidang Uji Materi Batas Masa Jabatan Legislator Ditutup, Pemohon Absen Tanpa Alasan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Kepala BGN Sebut Motor Listrik untuk SPPG Seharga Rp42 Juta, di Bawah Pasaran
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Baru Satu Bulan Nikah, Istri Virgoun Heboh Disebut Telah Hamil Besar
• 11 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.