Peluang Kolaborasi Film Syekh Yusuf Dibuka, Pemerintah Dorong Diplomasi Budaya Lewat Industri Kreatif

pantau.com
22 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka peluang kolaborasi produksi film tentang Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memanfaatkan momentum peringatan 400 tahun tokoh tersebut.

Langkah ini dilakukan dengan mendorong pengembangan skenario film serta membuka berbagai skema pendanaan melalui Dana Indonesia Raya sebagai dana abadi kebudayaan.

"Kementerian Kebudayaan juga baru saja meluncurkan Dana Indonesia Raya yang bisa digunakan untuk matching fund. Kita juga baru buka untuk development fee dan post-production khusus film. Sekarang juga ada lomba penulisan skenario film sejarah, serta rencana afirmasi lima film sejarah," ungkap Fadli Zon.

Dukungan Pendanaan dan Program Pengembangan

Kementerian Kebudayaan RI menyediakan skema pendanaan melalui matching fund Dana Indonesia Raya yang dapat dimanfaatkan untuk produksi film sejarah.

Selain itu, pemerintah juga membuka dukungan berupa development fee dan post-production khusus film guna mendorong kualitas produksi.

Upaya ini diperkuat dengan penyelenggaraan lomba penulisan skenario film sejarah untuk melahirkan karya-karya baru yang berbasis riset.

Pemerintah juga merencanakan afirmasi terhadap lima film sejarah nasional sebagai bagian dari strategi penguatan industri perfilman berbasis kebudayaan.

Tantangan Produksi dan Pendekatan Kreatif

Direktur Mizan Grup Haidar Bagir menyatakan ketertarikan mengangkat kisah Syekh Yusuf telah muncul sejak lama karena kompleksitas sosoknya sebagai ulama, sufi, dan pejuang anti-kolonialisme.

"Mizan berpengalaman dalam memproduksi berbagai film nasional, termasuk film Laskar Pelangi. Namun demikian, saya menekankan bahwa produksi film sejarah atau biografi memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang sangat kompetitif," jelasnya.

Tim kreatif Mizan mengusulkan pendekatan dengan menggabungkan narasi sejarah dan cerita kontemporer agar relevan bagi generasi muda.

Pendekatan tersebut didukung riset akademik dari disertasi dan karya ilmiah untuk menjaga akurasi sekaligus memperkaya kedalaman cerita.

Kementerian Kebudayaan menilai pengembangan film tokoh sejarah sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi sejarah, membangun karakter bangsa, serta mendorong kebudayaan menjadi sumber inspirasi industri kreatif nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memahami Peran Sentimen Pasar: Kunci Utama Mengidentifikasi Tren Trading
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Jasa Joki Tugas Jadi Ladang Cuan, Mahasiswa Ini Kantongi Jutaan Rupiah
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Ragam Inspirasi Konversi Toyota Hilux Rangga untuk Bisnis di GIICOMVEC 2026
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
FTSE Russell Pantau Reformasi Pasar Modal, Indonesia Tetap di Secondary Emerging Market
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Naik Hari Ini
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.