REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Selasa (7/4/2026), menelepon Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dia menegaskan kembali dukungan kuat Pakistan terhadap Arab Saudi setelah serangan terhadap fasilitas petrokimia Al Jubail.
Sang perdana menteri mengecam serangan tersebut, memuji sikap menahan diri Arab Saudi, serta menyoroti upaya Islamabad dalam mendorong dialog regional dan perdamaian. Putra mahkota menyambut dukungan Islamabad dan menekankan kelanjutan kerja sama antara kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Baca Juga
Arsenal Akhiri Tren Negatif, Taklukkan Sporting 1-0 di Liga Champions Lewat Gol Injury Time Havertz
Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi, Peringati Hari Perempuan Internasional
Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran Selama 2 Pekan
PM Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan telepon penting dengan Mohammed bin Salman, menegaskan kembali dukungan Pakistan yang tak tergoyahkan dan tak tergoncahkan bagi Arab Saudi menyusul serangan mengejutkan terhadap fasilitas minyak Al Jubail. Serangan itu, yang mengguncang pasar energi global, segera dikecam oleh Islamabad sebagai provokasi serius.
Kedua pemimpin terlibat dalam diskusi yang hangat namun mendesak mengenai situasi keamanan yang memburuk dan meningkatnya ketegangan di seluruh Timur Tengah. Sharif menegaskan komitmen Pakistan untuk berdiri bahu-membahu dengan Arab Saudi, serta menekankan bahwa pemerintah dan rakyat Pakistan bersatu dengan mitra Saudi mereka dalam masa krusial ini.