Purbaya soal Motor Listrik untuk Dapur MBG: Tahun Lalu Pernah Diajukan tapi Ditolak

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait viralnya pengadaan ribuan motor listrik untuk kebutuhan operasional SPPG.

Purbaya soal Motor Listrik untuk Dapur MBG: Tahun Lalu Pernah Diajukan tapi Ditolak. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait viralnya pengadaan ribuan motor listrik untuk kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurut Purbaya, penggunaan anggaran dalam program Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan utama, khususnya belanja makanan.

Baca Juga:
Kisah Inspiratif Susanto, Difabel yang Tetap Mencari Nafkah di Dapur MBG

‎Purbaya mengungkapkan, usulan pengadaan barang seperti motor dan komputer dalam jumlah besar sempat diajukan pada tahun lalu, namun tidak disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

‎"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau enggak salah ditolak, yang tahun ini saya enggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatment-nya," kata Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:
Kisah Petani Muda Boyolali yang Penjualannya Meningkat Berkat Program MBG

‎Meski demikian, dia belum dapat memastikan apakah pengadaan motor listrik yang saat ini beredar telah melalui persetujuan yang sama. Purbaya mengaku akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kebijakan tersebut.

Baca Juga:
Purbaya Sebut MBG Berpotensi Hasilkan Setoran Pajak hingga Rp16,75 Triliun

‎"Tapi saya akan double check lagi. Tapi tahun lalu sempat kita enggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu saya akan lihat lagi seperti apa," katanya.

‎Lebih lanjut, Purbaya menekankan, meskipun tidak secara mutlak dilarang, penggunaan anggaran untuk pengadaan barang penunjang harus tetap mengacu pada prioritas program, yakni memastikan pemenuhan gizi masyarakat.

"Bukan enggak boleh, kita enggak tahu programnya seperti apa tapi harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnisnya untung cukup," ujar dia.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait video yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo BGN di media sosial yang memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

‎“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

‎Meski demikian, Dadan memastikan motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sabar/Reza Lolos ke 16 Besar BAC 2026, Ana/Trias Tersingkir
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Percepat Penanganan Masalah Gizi, TP PKK Jeneponto Salurkan Bantuan di Batang dan Tarowang
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Mengenal Bruxism: Kebiasaan Menggertakkan Gigi Saat Tidur dan Dampaknya
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Selain Ingin Jual Rumah, Okin Telah Berhenti Beri Nafkah ke Anak Sejak 2021
• 11 jam lalucumicumi.com
thumb
RI Terancam Harga Minyak Mahal dan Dana Asing Pergi Imbas Perang di Iran
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.