Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karsioglu mengungkapkan persiapan jelang Megawati Hangestri dan kawan-kawan menjalani big match melawan Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia di final four Proliga 2026 seri Solo.
Saat ini skuad Jakarta Pertamina Enduro (JPE) tengah mempersiapkan diri untuk tampil di pekan kedua final four Proliga 2026 seri Solo, yang digelar di GOR Sritex Arena, Surakarta, mulai Kamis (9/4/026) hingga Minggu (12/4/2026).
Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri dan kawan-kawan itu akan menjalani dua laga berat, yakni berhadapan dengan Gresik Phonska pada Kamis (9/4/2026) dan Jakarta Electric PLN pada Minggu (12/4/2026).
JPE sendiri telah melalui pekan pertama dengan menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Electric PLN, namun bangkit dan meraih kemenangan atas Popsivo Polwan dengan skor 3-1 di Surabaya.
Hal ini pun membuat sang juara bertahan langsung melakukan evaluasi menyeluruh guna tampil lebih baik di final four Proliga 2026 seri Solo pekan ini.
Bulent Karsioglu selaku pelatih Pertamina Enduro menyebutkan saat ini timnya sedang melakukan persiapan matang. Yakni berada dalam fase penyempurnaan aspek teknis dan taktis.
"Kami menekankan pada peningkatan kualitas first pass agar distribusi bola lebih variatif, serta meningkatkan efektivitas serangan di semua rotasi," kata Bulent Karsioglu.
Hal ini dilakukan untuk para pemain bisa tampil lebih konsisten termasuk dalam hal teknis saat Megawati Hangestri dan kawan-kawan berada di atas lapangan.
"Selain itu, koordinasi blok defense dan pengambilan keputusan di situasi tekanan juga menjadi fokus utama. Target kami adalah mencapai performa yang lebih konsisten di seri Solo." tambahnya.
Sementara itu, Werry Prayogi selaku Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro mengatakan bahwa saat ini timnya sedang fokus melakukan pembenahan internal jelang seri Solo.
"Final Four adalah fase dengan margin yang sangat tipis, sehingga konsistensi menjadi kunci. Evaluasi kami diarahkan pada detail-detail teknis seperti kualitas receive, efisiensi serangan di fase transisi, serta pengelolaan momentum di poin-poin krusial," kata Werry.
"Persiapan menuju pertandingan selanjutnya difokuskan agar tim bisa tampil lebih stabil dan kompetitif di setiap pertandingan." jelasnya lagi.




