Deretan Barang Bukti Saat Andre “The Doctor” Ditangkap: Jam Rolex hingga Tas Louis Vuitton

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkapan deretan barang bukti saat bandar narkoba Andre Fernando Tjhandra alias Charlie alias The Doctor (32) ditangkap di Penang, Malaysia, Minggu (5/4/2026).

“Barang bukti berupa 1 iPhone 17 Promax warna biru, 1 unit iPhone 17 R warna hitam, 1 unit smartphone merek OPPO Reno warna putih metalik,” kata Eko dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, penyidik juga menyita satu kepala charger warna abu-abu, satu charger Apple Watch, satu unit Apple Watch warna putih, serta satu unit jam tangan Rolex dengan tali berwarna coklat.

Petugas turut menyita satu tas hitam merek Louis Vuitton, satu dompet elektronik e-wallet, serta satu buku perjalanan berupa paspor milik Andre Fernando.

Baca juga: Andre “The Doctor” Punya 2 Bos, Warga Aceh dan Malaysia

Berdasarkan hasil interogasi, The Doctor mengaku mempunyai dua bos dalam sindikat internasional peredaran barang haram tersebut.

Mereka adalah Hendra, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang berdomisili di Malaysia dan Tomy, warga negara Malaysia.

“Kedua atasan tersebut diketahui tidak saling mengenal satu sama lain,” jelas dia.

Andre berperan sebagai perantara sekaligus penjamin transaksi antara kedua pemasok tersebut dengan para pembeli.

Baca juga: Coba Hilangkan Jejak, Andre The Doctor Sempat Buang Ponsel di Tol Malaysia

Ia mengaku mengenal Hendra melalui rekannya, Hendro alias Nemo.

Sementara itu, Andre bertemu Tomy saat bermain judi di Genting Highlands, Malaysia.

Dari Hendra, Andre tercatat menerima sabu sebanyak dua kali, yakni 2 kilogram dan 3 kilogram pada Februari 2026 dengan harga Rp 380 juta per kilogram, lalu dijual kembali seharga Rp 390 juta per kilogram.

Ia juga menerima etomidate ukuran kecil sebanyak 500 butir pada Januari 2026 seharga Rp 1,6 juta per butir dan dijual kepada Ikha Novita Sari seharga Rp 1,8 juta per butir.

Selain itu, Andre menerima “happy five” sebanyak 50 bungkus pada Desember 2025 seharga Rp 1,8 juta per bungkus dan dijual kembali seharga Rp 2 juta per bungkus.

Sementara dari Tomy, Andre menerima etomidate ukuran kecil sebanyak 250 butir pada Desember 2025 dan 397 butir pada Januari 2026, masing-masing seharga Rp 1,7 juta per butir, lalu dijual seharga Rp 1,8 juta per butir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga menerima etomidate ukuran besar sebanyak 700 butir pada Februari 2026 seharga Rp 1,7 juta per butir dan menjualnya seharga Rp 2,2 juta per butir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Plastik Melonjak 50%, Ekonom: Tekan Daya Beli & Berisiko Picu Inflasi
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Zulhas Ajak 20 Organisasi Pemuda Perkuat Persatuan dan Ketahanan Pangan
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Film The Bell Angkat Sosok Penebok, Cerita Horor Masyarakat Belitung
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Trump Ngamuk ke Media AS Usai Beritakan Klaim Kemenangan Iran: Penipuan!
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Paus Leo Tegaskan Ancaman Trump untuk Iran tak dapat Dibenarkan
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.