Tanggal Sudah Ditentukan, Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Negosiasi Damai Amerika Serikat-Iran

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakistan mengapresiasi gencatan senjata selama dua minggu yang dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat. Pihaknya siap menjadi mediator kedua negara untuk mendiskusikan perdamaian secara permanen demi keamanan di Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Pengumuman ini menandai perkembangan penting dalam upaya meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Baca Juga: Begini Nasib Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain,” katanya.

Sharif juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak. Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026,” katanya.

Sharif memuji pendekatan kedua negara yang dinilai menunjukkan kebijaksanaan dan komitmen terhadap perdamaian. Menurutnya, keterlibatan konstruktif dari semua pihak menjadi faktor penting dalam tercapainya gencatan senjata ini.

“Kedua pihak telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa dan tetap terlibat secara konstruktif dalam memajukan perdamaian dan stabilitas,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa pihaknya  telah menyetujui gencatan senjata selama empat belas hari dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini dicapai melalui mediasi Pakistan. Negara tersebut sebelumnya mendorong penerapan gencatan senjata dua minggu di Timur Tengah.

Araghchi menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan operasi militernya jika serangan terhadap negaranya dihentikan oleh Israel dan Amerika Serikat. Hal ini membuka peluang gencatan senjata untuk berlangsung lebih lama selama tidak ada serangan di Timur Tengah.

Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran. Ia menyebut penangguhan serangan berlaku dengan syarat adanya pembukaan penuh dari Selat Hormuz.

Trump menyebut kesepakatan ini sebagai gencatan senjata dua arah yang membuka peluang penyelesaian konflik secara lebih luas. Hal ini juga memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk membicarakan detil proposal damai secara menyeluruh.

Baca Juga: IMF: Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat Akan Panjang

Gencatan senjata yang diumumkan ini membuka peluang bagi proses diplomasi yang lebih luas, termasuk pembahasan isu-isu utama seperti keamanan regional, program nuklir, dan stabilitas jalur energi global. Dengan adanya forum negosiasi, komunitas internasional kini menaruh harapan pada tercapainya kesepakatan damai yang lebih permanen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Bongkar Modus Rekrutmen Palsu di TikTok, Pelamar Diminta Waspada
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
LMK Desak Transparansi LMKN, Ikke Nurjanah Tegas Tolak Royalti Rp25 Juta
• 36 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Tiket Pesawat Diizinkan Naik, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Bebani Rakyat Secara Sepihak
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Diprediksi Melemah hingga 6.745, Cermati Analisa Saham BMRI-INKP
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: Selat Hormuz Dipegang Satu Negara, tapi 70% Energi-Perdagangan Lewat RI
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.