JDF Asia Pasifik Mendorong Boikot, Divestasi & Sanksi Global terhadap Israel

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai laporan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina, termasuk dugaan pelecehan dan penyiksaan terhadap tahanan serta eskalasi kebijakan represif terbaru dari Israel.

Presiden JDF Asia Pasifik Dr. Jazuli Juwaini yang juga anggota DPR RI Fraksi PKS  mengatakan bahwa keprihatinan global pun meningkat atas persoalan tersebut.

BACA JUGA: JDF Asia Pasifik Kecam Keras Pengesahan UU Hukuman Mati Terhadap Tahanan Palestina

Menurut dia, delapan negara mayoritas Muslim, yaitu Indonesia, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, secara bersama-sama mengecam undang-undang Israel yang membuka jalan bagi penerapan hukuman mati terhadap warga Palestina.

“Kecaman itu menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk eskalasi berbahaya dan diskriminatif,” kata Dr. Jazuli, Rabu (8/4).

BACA JUGA: Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Dr. Jazuli menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas sikap tegas kedelapan negara tersebut. Menurut dia, langkah kolektif ini menunjukkan adanya kesadaran global yang makin kuat terhadap pentingnya menegakkan keadilan dan menghentikan pelanggaran kemanusiaan di Palestina.

Namun demikian, JDF Asia Pasifik menegaskan bahwa kecaman politik saja tidak cukup.

BACA JUGA: JDF Asia Pasifik Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon, Desak Sanksi Tegas untuk Israel

Menurut Jazuli, dunia internasional harus bergerak menuju langkah yang lebih konkret dan sistematis melalui gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Israel, yang mencakup penghentian seluruh kerja sama ekonomi, militer, dan teknologi, penarikan investasi dari entitas yang terlibat dalam praktik penjajahan, serta penerapan sanksi internasional atas pelanggaran hukum humaniter dan hak asasi manusia.

Sebagai langkah awal yang kuat, JDF Asia Pasifik juga menyerukan kepada negara-negara dunia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sampai seluruh praktik penjajahan, kekerasan, dan dugaan genosida terhadap rakyat Palestina dihentikan.

Dr. Jazuli menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam memimpin gerakan global ini. “Indonesia harus mengambil inisiatif aktif dalam diplomasi internasional, menggalang kekuatan negara-negara dunia untuk menekan dan mengucilkan Israel dari pergaulan internasional atas setiap bentuk penjajahan dan genosida yang dilakukannya,” ungkap Dr. Jazuli.

JDF Asia Pasifik mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengintensifkan lobi di forum internasional seperti PBB, memimpin konsolidasi negara-negara Global South dan dunia Islam, serta, menguatkan tekanan diplomatik agar Israel dimintai pertanggungjawaban secara internasional.

“JDF Asia Pasifik juga mengajak seluruh komunitas internasional, organisasi masyarakat sipil, dan individu di seluruh dunia untuk bersatu dalam solidaritas global demi menegakkan keadilan, menghentikan kekerasan, serta memastikan kemerdekaan dan hak-hak rakyat Palestina,” kata Jazuli Juwaini. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berkas Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan, TAUD: Terkesan Terburu-buru
• 1 jam laluokezone.com
thumb
DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Fit and Proper Test 100 Calon Ketua PAC di Makassar
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Waspada! Polri Ungkap Kejahatan Digital Berbasis AI Mengintai
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Lebaran Betawi 2026 Digelar 10–12 April, Ini Lokasi dan Rangkaian Acaranya
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 8 April 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.