Investor Makin Selektif di Tengah Konflik Timur Tengah yang Memanas

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, eskalasi konflik di Timur Tengah membuat investor bersikap lebih hati-hati dalam menempatkan modal di sektor industri.

Ketidakpastian global yang meningkat, termasuk tekanan dari kenaikan harga energi, volatilitas nilai tukar, serta moderasi permintaan dunia, membuat realisasi investasi berpotensi mengalami penyesuaian.

Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar mengatakan minat investasi ke Indonesia sejatinya masih terjaga, namun pelaksanaannya cenderung lebih selektif.

 "Pada realisasinya cenderung mengalami penyesuaian, baik dari sisi waktu pelaksanaan, skala proyek, maupun prioritas sektor, seiring dengan upaya dunia usaha untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas usaha," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, kondisi geopolitik turut mendorong pergeseran preferensi investor ke sektor yang lebih defensif dan memiliki kepastian permintaan. Sektor berbasis pasar domestik dinilai lebih menarik dalam situasi saat ini.

Di sisi lain, faktor kepastian regulasi, konsistensi kebijakan, dan stabilitas makroekonomi menjadi pertimbangan utama investor untuk meminimalkan risiko tambahan dari dalam negeri.

Baca Juga

  • Investasi Data Center Global Berpotensi Beralih dari Timur Tengah ke ASEAN
  • Peta Baru Persaingan Manajer Investasi RI Usai Konsolidasi Danantara
  • Jurus KPK-Kemenperin Cegah Kebocoran Investasi di Sektor Industri

"Mengingat dalam situasi global yang tidak pasti, investor cenderung menghindari eksposur terhadap risiko tambahan yang bersumber dari faktor domestik," sebutnya.

Di tengah tekanan tersebut, Sanny menilai dinamika global juga membuka peluang bagi Indonesia sebagai alternatif tujuan relokasi industri. Sektor manufaktur, makanan dan minuman, serta industri berbasis sumber daya dinilai memiliki prospek untuk berkembang.

Kendati demikian, realisasi peluang itu bergantung pada kesiapan ekosistem domestik, termasuk kemudahan berusaha, infrastruktur, dan penyederhanaan regulasi.

Dia menambahkan, tantangan dalam menarik investasi saat ini bersifat multidimensi. Dari sisi global, kenaikan harga energi, biaya logistik, serta ketidakpastian ekonomi memengaruhi persepsi risiko investasi. Sementara itu, dari dalam negeri, penguatan daya saing melalui efisiensi biaya usaha, deregulasi, serta penguatan industri hulu masih menjadi pekerjaan rumah.

"Dalam situasi seperti ini, keputusan investasi umumnya tidak hanya mempertimbangkan potensi pasar, tetapi juga tingkat kesiapan dan stabilitas lingkungan usaha secara keseluruhan," tutur Sanny.

Untuk menjaga daya tarik investasi, Apindo mendorong pemerintah fokus pada stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek, terutama melalui pengendalian harga energi, stabilitas nilai tukar, dan kelancaran logistik. Selain itu, kebijakan yang adaptif dan komunikasi yang jelas kepada pelaku usaha dinilai penting guna menjaga kepercayaan investor.

"Dukungan likuiditas dan stimulus terarah, terutama bagi sektor padat karya, perlu diperkuat agar aktivitas industri tetap berjalan," sarannya.

Adapun dalam jangka menengah hingga panjang, reformasi struktural perlu dipercepat, termasuk penguatan industri hulu, ketahanan energi, serta penurunan biaya berusaha. Langkah tersebut dinilai krusial agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah tekanan global, tetapi juga meningkatkan daya saing dalam menarik investasi.

Sanny memperkirakan, apabila konflik berlanjut, arus investasi industri dalam satu hingga dua tahun ke depan akan berada dalam fase moderasi dengan kecenderungan wait and see.

"Investor akan semakin selektif dan cenderung menempatkan modal pada sektor dan negara dengan profil risiko yang lebih terkendali," prediksi Sani.

Akan tetapi, Sanny kembali menyebut bahwa peluang tetap terbuka selama Indonesia mampu menjaga stabilitas dan mempercepat reformasi, dengan investasi berpotensi terkonsentrasi pada sektor yang memiliki daya tahan tinggi serta prospek pasar yang kuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Baru Menikmati Sushi Autentik Jepang
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemprov Babel Terapkan WFH untuk ASN, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Optimal
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Ini Formasi CPNS 2026 yang Dibuka untuk Lulusan SMA/SMK hingga Passing Grade Formasi Khusus
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
5 Rekomendasi HP 2 Jutaan RAM Besar dan Performa Kencang
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Menanti Investor Ritel Serap SR024 Jelang Akhir Masa Penawaran
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.