JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia secara bertahap dimulai pada 22 April 2026.
Kepastian tersebut disampaikan usai Gus Irfan bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Almudi.
"Jemaah secara bertahap akan diberangkatkan ke Arab Saudi mulai 22 April 2026," ujar Gus Irfan dalam keterangan pers, dikutip Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Jelang Pemberangkatan Haji 2026, Ini Catatan Wakil Komisi VIII DPR
Dalam pertemuan dengan Dubes Arab Saudi, Gus Irfan juga membahas kesiapan penyelenggaraan haji 2026 atau 1447 Hijriah.
Ia memastikan, penyelenggaraan haji untuk tahun ini telah disiapkan secara menyeluruh oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
"Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar serta memberikan kenyamanan dan keberkahan bagi seluruh jemaah," ujar Gus Irfan.
Baca juga: Jelang Musim Haji, Jemaah Umrah Harus Tinggalkan Arab Saudi Maksimal 18 April
Lanjutnya, komitmen serta dukungan terus mengalir dari Pemerintah Arab Saudi, khususnya Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Arab Saudi atas komitmen dan dukungannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, termasuk jemaah Indonesia," ucapnya.
Terkait dinamika global dan situasi di kawasan Timur Tengah, Gus Irfan berharap agar kondisi tersebut tidak berdampak pada operasional penyelenggaraan ibadah haji.
"Kami berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman," ucap Gus Irfan.
Baca juga: Menjelang Pemberangkatan, Waka Komisi VIII Ungkap Persiapan Haji 2026 Belum 100 Persen
Pexels/Earth Photart Ilustrasi haji. Program pelatihan pemandu bus haji di Makkah disiapkan jelang Haji 2026, demi kelancaran mobilitas jemaah yang akan beribadah ke Makkah.
Catatan Komisi VIII DPR
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid memberikan sejumlah catatan terkait persiapan penyelenggaraan haji 2026 atau 1447 Hijriah.
Catatan tersebut diberikan setelah ia kembali dari Arab Saudi dan baru tiba di Indonesia pada Senin (6/4/2026) sore.
Salah satu catatan Wachid adalah ketersediaan fasilitas utama, khususnya tenda bagi jemaah haji di kawasan Arafah dan Mina.
"Masih ada yang perlu pembenahan terkait ketersediaan tenda di Arafah dan Mina. Itu belum selesai," ujar Wachid di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Harga Avtur Naik, Kemenhaj Diminta Antisipasi Lonjakan Biaya Haji