AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pihaknya akan menghentikan serangan jika serangan terhadap negaranya juga dihentikan.
Tak hanya itu, Araqchi menyatakan Selat Hormuz akan dibuka selama dua minggu, berkoordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran. Dikutip dari Reuters, Rabu (8/4), Selat Hormuz juga masuk dalam 10 poin proposal yang diajukan Iran kepada AS.
"Selama dua minggu, pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran," kata Araqchi.
"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kita yang perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka," lanjutnya.
Kesepakatan gencatan senjata ini mendapat reaksi positif dari pasar. AFP memberitakan harga minyak dunia turun lebih dari 17 persen setelah pengumuman gencatan senjata. Harga saham juga melonjak pada awal perdagangan hari ini di Asia.
Baik AS dan Iran sama-sama mengeklaim kemenangan atas perang yang telah berjalan selama hampir dua bulan. Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan AFP menyatakan kesepakatan gencatan senjata merupakan kemenangan total dan lengkap bagi AS.
Iran juga menganggap gencatan senjata sebagai kemenangan dan menyatakan telah sepakat untuk melakukan pembicaraan dengan AS yang akan dimulai pada Jumat (10/4) di Pakistan untuk mencari jalan keluar atas konflik.
"Musuh telah menderita kekalahan yang tidak terbantahkan, bersejarah dan telak dalam perang pengecut, ilegal, dan kriminalnya terhadap bangsa Iran," kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataannya.
"Iran telah meraih kemenangan besar," lanjutnya.
Kesepakatan gencatan senjata ini dimediasi oleh Pakistan. Trump juga yakin China membantu Iran untuk bernegosiasi.
"Dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN LENGKAP, SEGERA, dan AMAN Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.





